History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Krisis Obat di Taiwan Belum Usai, MOHW Mendirikan “Pusat Pelaporan dan Penanganan Pasokan Obat-Obatan”

  • 14 April, 2023
Kedai RTISI
Krisis Obat di Taiwan Belum Usai, MOHW Mendirikan “Pusat Pelaporan dan Penanganan Pasokan Obat-Obatan”

(Taiwan, ROC) --- Menanggapi krisis obat yang kini masih terjadi di Taiwan, maka otoritas Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) membentuk  “Pusat Pelaporan dan Penanganan Pasokan Obat-Obatan” pada tanggal 11 April 2023.

Nantinya, unit ini akan bertugas untuk mengontrol, mendistribusikan dan melaporkan pasokan obat, baik obat resep maupun obat generik.

Namun, seorang apoteker beranggapan, meski pusat penanganan sudah didirikan, tetapi mereka masih kuatir jika para produsen obat akan memprioritaskan pasokan obat bagi institusi medis, sehingga pasokan obat di toko farmasi tetap tidak bisa terpenuhi maksimal.

Menteri MOHW, Hsueh Jui-yuan (薛瑞元) menyampaikan, pihaknya akan mencoba untuk berkomunikasi dengan pengusaha obat dalam negeri untuk menuntaskan krisis pasokan obat di banyak farmasi Taiwan saat ini. Mengingat toko farmasi memiliki peran penting untuk memenuhi kebutuhan warga terhadap obat-obatan.

Krisis obat-obatan di Taiwan yang terjadi belakangan ini, belum menemukan titik terang. Stok pasokan obat, seperti Lipitor, obat penurun panas dan pelunak feses, hingga hari ini masih berada di rentang yang sangat minim.

Menanggapi hal ini, MOHW akhirnya memutuskan untuk mendirikan “Pusat Pelaporan dan Penanganan Pasokan Obat-Obatan” pada tanggal 11 April 2023 kemarin.

Menteri MOHW, Hsueh Jui-yuan (薛瑞元) mengatakan, “Stok obat-obatan tertentu mengalami kondisi yang sangat kritis. Kami tengah mencanangkan bagian ini. Selain menerima laporan adanya kekurangan obat, dan setelah menerima laporan, maka akan segera kami tangani lebih lanjut.”

Pusat penanganan antisipasi krisis obat ini nantinya akan meminta pihak pengimpor obat untuk memastikan kapasitas dan jadwal impor obat setidaknya untuk enam bulan mendatang.

Kepada pengusaha pemroduksi obat-obatan dalam negeri, nantinya juga diminta untuk memastikan kapasitas bahan baku yang ada setidaknya untuk enam bulan mendatang.

Jika pasokan tidak mencukupi, maka 6 bulan sebelumnya harus melaporkan kepada pihak  “Pusat Pelaporan dan Penanganan Pasokan Obat-Obatan”. Jika tidak melaporkan, maka pengusaha bersangkutan berkemungkinan harus membayar hukuman denda maksimal NT$ 300.000

Apoteker di beberapa toko farmasi yang selama ini menerima pasokan dari para dealer, merasa cemas terhadap stok obat saat ini.

Juru Bicara Serikat Apoteker, Wang Ming-yuan (王明媛) mengatakan, “Bagi institusi rumah sakit, tidak peduli berapa jumlah pesanan yang ada, atau distribusi rumah sakit kepada toko farmasi di komunitas masyarakat. Atau bagi kami yaitu perantara di bagian hulu pasokan obat, tentunya kami berharap distribusi obat dapat diberikan secara merata dan masuk akal.”

MOHW menekankan, pihaknya akan segera mengkomunikasikan dan menjadwalkan pendistribusian obat-obatan yang ada dengan pihak pemasok. Pada saat yang sama, MOHW juga mengimbau kepada para pengusaha, untuk terlebih dahulu melaporkan kekurangan obat-obatan yang dialami mereka, yang mana nantinya diharapkan bisa dituntaskan melalui jalur yang lebih beragam.

 

Penyiar

Komentar