Pada bulan lalu, sebuah rumah tua di Taichung tiba-tiba ambruk kemudian menewaskan 3 petugas konstruksi yang tengah bekerja.
Insiden tersebut kemudian membangkitkan kesadaran masyarakat Taiwan terhadap isu keselamatan, terutama saat mereka tengah berada di lingkungan kerja.
Di lain pihak, Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) terus melakukan sosialisasi, guna mengurangi insiden memilukan yang menimpa kaum pekerja.
Data terbaru memperlihatkan bahwa jumlah kematian akibat kecelakaan kerja di seluruh wilayah Taiwan pada tahun 2022 mencapai rekor tertinggi dalam kurun 6 tahun belakangan.
Jumlah kematian akibat kecelakaan kerja di seluruh wilayah Taiwan pada tahun lalu mencapai 320 orang. Dengan kata lain, setiap 1,14 hari, ada 1 pekerja yang meninggal disebabkan insiden kecelakaan kerja.
Jika dibandingkan dengan data tahun 2021, maka angka pada tahun 2022 meningkat sebanyak 42 kasus (orang).
Pada tahun 2022, jumlah kematian akibat kecelakaan kerja di sektor konstruksi adalah yang tertinggi, sedangkan di urutan kedua adalah pekerja di sektor manufaktur.

Kepala Administrasi Keselamatan Pekerja yang berada di bawah naungan MOL, Zou Zi-lian (鄒子廉) menerangkan, di tengah stabilnya situasi epidemi COVID-19 saat ini, membuat para pengusaha Taiwan di luar negeri, memutuskan untuk pulang memindahkan bisnis mereka ke Taiwan.
Hal ini serta-merta membuat jumlah permintaan di sektor konstruksi dalam negeri meningkat. Situasi pekerjaan di lapangan yang terburu-buru untuk mengejar target, terkadang bisa meningkatkan risiko para pekerja tertimpa insiden kecelakaan. (Sumber Foto: 華視)
RTI Radio Taiwan International 










