History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

(Taiwan Hari Ini, 4/4) - Tradisi Festival Qing Ming

  • 04 April, 2023
Galeri
(Taiwan Hari Ini, 4/4) - Tradisi Festival Qing Ming

(Sumber Foto: 風傳媒)

Pantangan Festival Qing Ming

Liburan Festival Qing Ming untuk tahun ini akan jatuh semenjak tanggal 1 April hingga 5 April 2023. Festival Qing Ming adalah salah satu dari 24 festival tradisional warga Tionghoa, yang bertujuan untuk sembahyang leluhur.

Saat Festival Qing Ming, seluruh masyarakat Tionghoa akan berdoa kepada leluhur masing-masing. Ada beberapa kepercayaan yang menyarankan, agar prosesi “bersih-bersih makam” sudah harus diselesaikan sebelum jam 3 sore.

Beberapa tradisi dan pantangan yang dipercaya bisa mendatangkan hal tidak baik jika tetap dilakukan atau dilanggar:

1. Waktu ziarah

Masyarakat Tionghoa tradisional mempercayai kalau waktu terbaik pergi ziarah ke pemakaman adalah pukul 5 pagi hingga 7 pagi, yaitu waktu ying (寅時). Tentu saja waktu ini tidak begitu cocok diterapkan pada kehidupan modern saat ini. Oleh karena itu, waktu terakhir untuk berziarah ke makam sebaiknya dilakukan sebelum pukul 3 sore, karena di waktu inilah matahari akan mulai terbenam.

Jika masih ada orang yang berziarah setelah jam 3 sore, maka dipercaya bisa memperburuk energi orang bersangkutan, dan akan lebih mudah diselimuti aura negatif.

 

2. Wanita yang sedang hamil atau menstruasi disarankan untuk tidak ziarah ke pemakaman

Menurut kebiasaan tradisional warga Tionghoa, membersihkan makam di kala Festival Qing Ming tidak cocok dilakukan oleh sebagian orang, misal wanita yang sedang mengandung, atau mereka yang tengah haid. Jika melihat dari sudut pandang sains, maka wanita yang tengah hamil atau haid, biasanya memiliki kondisi fisik yang lebih lemah, sehingga mereka tidak cocok untuk beraktivitas yang terlampau berat. Hal ini terdengar sedikit masuk akal, karena pada zaman dahulu belum ada kendaraan bermotor, sehingga banyak keluarga biasanya akan berjalan kaki hingga berkilo-kilo meter lamanya untuk menuju kawasan pemakaman.

Selain itu, anak yang masih kecil juga dianjurkan untuk tidak turut dalam prosesi ziarah kuburan, karena kondisi fisik mereka yang masih lemah.

 

3. Sebelum berangkat untuk ziarah kuburan, perhatikan area dahi

Menurut cerita yang ada, jika Anda menemukan area dahi menghitam saat hendak berangkat ziarah, maka lebih baik Anda membatalkan niat ziarah tersebut. Dipercaya, dahi yang menghitam adalah tanda keberuntungan yang rendah, sehingga tidak disarankan untuk pergi berziarah. Di samping itu, mereka yang tengah sakit, juga lebih baik berada di rumah dan istirahat. Jika masih bersikeras untuk ikut ziarah, maka masih ada cara untuk mengatasinya, yakni dengan membawa batu giok dan kayu pohon persik

(Sumber Foto: 自由時報)

 

4. Kenakanlah pakaian berwarna gelap saat pergi ziarah

Guna memperlihatkan rasa hormat kepada para leluhur, maka saat Festival Qing Ming tiba, para warga yang akan pergi berziarah biasanya akan mengenakan pakaian sederhana dengan warna yang gelap. Di samping itu, aksesoris yang dikenakan juga jangan terlampau banyak atau ramai.

Selain memilih gaya berpakaian yang lebih sederhana, saat berada di pemakaman, juga disarankan untuk menutupi area dahi. Dalam tradisi Tionghoa, area dahi dipercaya merupakan pintu masuk ke dalam aura tubuh manusia.

 

5. Jangan berfoto atau mengambil gambar saat ziarah ke pemakaman

Selama berada di pemakaman, ada baiknya untuk tidak mengambil foto atau video. Di samping itu, saat ziarah juga jangan melongok atau menengok pemakaman orang lain, karena ini dianggap bisa mendatangkan kesialan.

 

6. Berpuasa sebelum bersih-bersih pemakaman

Dalam tradisi masyarakat Tionghoa, ketika hendak berziarah ke kuburan, biasanya juga akan membawa beberapa sesajen, biasanya berupa makanan, untuk dipersembahkan kepada leluhur. Dan menurut kebiasaan zaman dahulu, warga baru menyantap makanan mereka setelah prosesi ziarah selesai dilakukan. Jika ingin makan, maka usahakan untuk menyantap makanan vegetarian.

 

7. Jangan tertawa atau usil saat berada di pemakaman

Kuburan adalah tempat para leluhur beristirahat, dan bukan area untuk bermain. Saat berada di sini, para warga dilarang untuk berteriak, mengumpat atau buang air kecil. Perbuatan tersebut dianggap tidak sopan dan tidak menghargai keberadaan para leluhur. Dan bukan tidak mungkin kalau hal buruk akan menimpa kalau Anda melanggarnya.

(Sumber Foto: 風傳媒)

8. Senioritas

Pastikan urutan senioritas saat pergi berziarah ke kuburan.

Meski secara kepercayaan, tidak ada ketentuan pasti perihal senioritas ini, tapi ada baiknya memastikan urutan dari para leluhur atau mendia anggota keluarga. Dan ada baiknya benda persembahan juga diletakkan berdasarkan urutan mendiang anggota keluarga. Setelah prosesi sembahyang sudah selesai, pastikan kalau api dan dupa sudah padam, sebelum Anda beranjak pulang.

Urutan prosesi sembahyang dan penyembahan juga tidak kalah penting. Pertama-tama, para warga biasanya akan membersihkan area makam dengan cara menyapu atau mencabut rumput. Setelah itu barulah dilakukan prosesi sembahyang dengan menggunakan dupa, lalu meletakkan benda persembahan dan membakar kertas sembahyang.

 

 9. Cuci baju dan basuh diri

Setelah pulang dari ziarah kuburan dan tiba di rumah, para warga biasanya akan mencuci sepatu dan baju mereka. Ini dipercaya dapat menghalau nasib buruk yang siapa tahu mengikuti, saat Anda tengah berada di pemakaman. Setelah dicuci, maka baju dan sepatu harus dijemur hingga kering. Dan saat menjemur sepatu, biasanya bagian ujung sepatu akan diletakkan dengan cara menghadap ke dalam rumah.

 

10. Selama Festival Qing Ming, jangan kunjungi teman atau kerabat

Jika melangsungkan prosesi ziarah kuburan selama liburan Festival Qing Ming, maka ada baiknya untuk tidak mengunjungi teman atau kerabat dalam beberapa hari mendatang. Hal yang sama juga berlaku sebaliknya. Anda juga disarankan untuk jangan bertemu dengan teman atau kerabat, yang baru saja pulang dari ziarah kuburan, karena dipercaya dapat mendatangkan aura negatif bagi mereka yang tidak ziarah.

Penyiar

Komentar