Musim semi adalah waktu bagi sebagian besar hewan laut untuk bertelur atau berkembang biak. Sebuah fenomena langka terjadi di Prefektur Niigata, Jepang akhir-akhir ini. Ada kumpulan cumi kunang-kunang (Watasenia Scintillans) yang terdampar secara kolektif di pinggir pantai setempat.
Masih belum jelas alasan mengapa kumpulan cumi tersebut tewas terdampar di pinggir pantai. Bahkan beberapa netizen Jepang berkomentar, jika pemandangan ini mengingatkan mereka pada musibah alam yang mengerikan.
“Saya harap ini bukan pertanda kalau akan terjadi musibah gempa bumi yang dahsyat,” tulis salah seorang netizen.
Media Jepang, TV Asahi mewartakan, sejumlah besar cumi kunang-kunang terdampar di pesisir pantai Kota Sado., Jepang. Nelayan setempat menyampaikan, mereka bahkan dapat dengan mudah menangkap cumi-cumi, hanya dengan menggunakan jaring ikan biasa.

TV Asahi menuturkan, cumi kunang-kunang biasanya hidup di kawasan laut yang lebih dalam. Ada kemungkinan jika mereka berenang ke kawasan yang lebih dangkal karena ingin bertelur. Namun sayangnya, setelah selesai bertelur, kumpulan cumi-cumi tersebut tiba-tiba hanyut ke pantai karena kelelahan.
Sebelumnya juga sempat diberitakan, kalau jumlah cumi kunang-kunang tahun ini melonjak drastis. Bahkan warga setempat sempat mengabadikan panorama unik dari kumpulan cumi kunang-kunang yang memancarkan cahaya pada malam hari.
Media Jepang lainnya melaporkan, fenomena ini bisa disebut dengan istilah “bunuh diri cumi kunang-kunang”. Namun, beberapa nelayan percaya kalau kumpulan cumi-cumi tersebut kemungkinan besar hanyut hingga ke kawasan pesisir pantai, dikarenakan menghindari kejaran para ikan yang hendak memangsa mereka.

Terlepas dari perkiraan di atas, hingga hari ini belum dapat dipastikan apa penyebab kumpulan cumi-cumi tersebut tewas di pinggir pantai.
Dan tidak sedikit netizen yang kemudian mengait-ngaitkan fenomena ini dengan “tanda-tanda” akan terjadinya peristiwa bencana alam dahsyat pada masa mendatang. (Sumber Foto: TVBS News)
RTI Radio Taiwan International 










