Bincang Bincang Berita
Profesi Unik Ini Menawarkan Bayaran yang Cukup Tinggi, Tertarik?

(Sumber Foto: TVBS News)
Selama tinggal di Taiwan, pernahkah Anda mendengar istilah 凶宅 (baca: xiōngzhái). Secara harfiah, 凶xiōng dapat diartikan “garang” atau “seram”, sedangkan 宅zhái adalah rumah.
Secara simpelnya, di Taiwan, “Xiōng Zhái” diyakini adalah rumah yang pernah menjadi tempat bekas terjadinya peristiwa kematian manusia yang tidak wajar, misal pembunuhan, bunuh diri, kriminal dan sejenisnya.
Mayoritas warga di Taiwan akan berpikir dua kali sebelum membeli atau menyewa rumah “Xiōng Zhái”, meski terkadang harga yang ditawarkan akan jauh lebih murah dibandingkan dengan rumah “normal” lainnya.
Menurut pemberitaan media TVBS, saat ini di Taiwan muncul sebuah profesi yang disebut dengan istilah “Guru Pembersih Rumah” (洗屋師 baca: xǐ wū shī).
Guru ini bukan bertanggung jawab untuk membersihkan rumah Anda dari kotoran fisik seperti debu sejenisnya, melainkan profesi mereka lebih condong untuk “mencoba tidur atau tinggal sesaat” di rumah “Xiōng Zhái”
Seorang “Guru Pembersih Rumah” di Taiwan bermarga Tsai (蔡姓) mengatakan, “Ini bukan menggunakan media air untuk mencuci rumah. Menurut kebiasaan atau tradisi yang ada, kami datang membawa energi “Yang 陽氣”, untuk kemudian membasuh roh-roh jahat yang bermukim di rumah “Xiōng Zhái”. Atau dengan kata lain, kami menggunakan energi kami untuk menstabilkan aura dari mendiang yang meninggal secara tidak wajar di suatu tempat.”
Dan profesi ini ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan. Setelah “deal” dengan sang pemilik rumah, biasanya “Guru Pembersih Rumah” akan tinggal di rumah “Xiōng Zhái” minimal satu tahun. Sang guru juga tidak boleh meninggalkan rumah terkait selama lebih dari 12 jam untuk satu hari.
Di samping itu, “Guru Pembersih Rumah” juga tidak diperbolehkan melakukan aktivitas tidak wajar/pantas di dalam rumah. Pada saat yang sama, sang guru juga harus hidup berdamai dengan “teman serumah” dan tidak boleh mengusir mereka.
Gaji bulanan yang ditawarkan berkisar minimal NT$ 45.000 untuk setiap bulannya. Angka ini tentu akan bertambah, jika kasus yang ditangani lebih berat/sulit.
Mr Tsai melanjutkan, “Pekerjaan ini sebenarnya datang dari Jepang. Di sana, ini sudah menjadi sebuah profesi paruh waktu. Dan sebenarnya, keberadaan rumah “Xiōng Zhái” di Taiwan cukup banyak, bahkan jumlahnya melampaui dari yang kita dengar selama ini di media”
Rumah yang dicap sebagai “Xiōng Zhái”, biasanya akan lebih murah sekitar 20% hingga 40%. Bahkan untuk beberapa kasus yang lebih parah, maka harga rumah “Xiōng Zhái” bisa dikorting hingga 70% atau 80%.
Namun sebaliknya, bagi mereka yang memiliki dana pas-pasan dan tidak terlalu peduli dengan “sejarah kelam” dari rumah bersangkutan, maka harga jual rumah “Xiōng Zhái” tentu akan sangat menggiurkan.
Pengertian resmi dari rumah “Xiōng Zhái” sendiri tidak diatur dalam undang-undang di Taiwan, melainkan hanya dapat didasarkan pada surat referensi yang pernah diterbitkan oleh Kementerian Dalam Negeri pada tahun 2008.
Dalam surat yang diterbitkan oleh Kementerian Dalam Negeri, rumah “Xiōng Zhái” mengacu pada peristiwa kematian yang tidak wajar, seperti pembunuhan, bunuh diri, keracunan gas monoksida dan sejenisnya.
Kematian karena sakit atau meninggal di usia tua, tidak dapat dikategorikan sebagai rumah “Xiōng Zhái”.
Fenomena Okultasi Venus Oleh Bulan Terlihat Jumat Malam Ini

(Sumber Foto: Line Today)
Fenomena “okultasi Venus oleh bulan” akan terjadi pada Jumat (24/3) malam hari ini, pukul 19:52. Pada kala tersebut Venus yang cerah akan menghilang dalam cahaya bulan dalam waktu 10 detik. Fenomena ini pernah terjadi sebelumnya pada tahun 1974 silam.
Jika kali ini kelewatan, maka Anda harus menunggu 40 tahun kemudian untuk bisa menyaksikan fenomena “okultasi Venus oleh bulan”.
Beberapa sekolah di Kabupaten Changhua, akan menggelar kegiatan observasi secara bersama-samaan malam ini sekitar pukul 18:30, meliputi Nanguo Elementary School (南郭國小), Changhua County Beidou Junior High School (北斗國中) dan Municipal Zhanghuayishugaoji Junior High School (彰化縣立彰化藝術高級中學).
Pemerintah Selandia Baru Menggelontorkan Dana Fantastis untuk Mengobati Rasa Sakit Akibat Putus Cinta

(Sumber Foto: CT Want)
Setiap orang pasti merasakan rasanya jatuh cinta di kala remaja. Dan tidak sedikit dari mereka yang percintaannya harus kandas di tengah jalan.
Pemerintah Selandia Baru mewacanakan akan menggelontorkan dana sebesar US$ 4 juta (setara NT$ 121,3 juta) untuk mengembangkan sebuah proyek, yang akan diberi nama “Love Better”.
Proyek ini berujuan untuk memberikan dukungan kepada kaum muda-mudi yang terluka secara emosional, serta membiarkan mereka untuk keluar dari rasa sakit hati dan belajar untuk memperbaiki hubungan di masa mendatang.
Radio Nasional Selandia Baru mewartakan, ini mungkin pertama kalinya bagi pemerintah di dunia mencurahkan begitu banyak sumber daya untuk membantu para remaja yang mengalami problem putus cinta.
Kementerian Pembangunan Sosial Selandia Baru telah bekerja sama organisasi NGO “Youthline” untuk mengimplementasikan proyek “Love Better”.
Melalui proyek ini, otoritas berwenang di Selandia Baru akan menggunakan pesan teks, email, panggilan telepon dan saluran kontak lainnya untuk menjamah para remaja yang tengah putus cinta atau butuh bimbingan saran.
Menurut data statistik yang dirilis oleh otoritas setempat memperlihatkan ada sekitar 62% anak muda berusia 16 hingga 24 tahun di Selandia Baru yang mengalami permasalahan putus cinta, dan 72% di antaranya beranggapan bahwa hal tersebut dapat merugikan mereka pribadi.
Bagi Selandia Baru, ini merupakan proyek penting bagi pemerintah setempat untuk menyatakan penolakan terhadap kekerasan dalam rumah tangga atau kekerasan seksual.
Kepolisian Selandia Baru menyelidiki ada lebih dari 100.000 kasus kekerasan seksual yang terjadi setiap tahunnya. Dari angka di atas, 10.000 di antaranya termasuk ke dalam kekerasan seksual dan ada lebih dari setengah yang menimpa anak remaja di bawah 18 tahun.
Oleh karena itu, proyek “Love Better” akan membimbing kaum muda untuk mengembangkan hubungan interpersonal dengan semestinya, yang mana ini juga akan berdampak besar pada upaya untuk mengurangi kekerasan dalam rumah tangga.
Kelakuan Ayah Ini Saat mendidik Anaknya Sangat Tidak Patut untuk Ditiru

(Sumber Foto: Yahoo 奇摩)
Seorang laki-laki yang bermukim di Distrik Pingzhen, Kota Taoyuan baru-baru ini dilaporkan warga sekitar, karena dianggap telah “kelewatan” saat mendidik anaknya.
Sang laki-laki bersangkutan diketahui tidak tahan dengan tangisan anaknya yang masih berusia 6 tahun. Kemudian ia menggendong sang anak ke area balkon, lalu menakut-nakutinya dengan berpura-pura hendak membuangnya keluar balkon.
Kejadian di balkon tersebut ternyata terekam oleh tetangga yang berada di bangunan seberang. Dan tidak lama, kepolisian Pingzhen pun mendatangi rumah laki-laki bersangkutan, untuk memahami seluruh kejadian yang ada.
Pusat Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan Pelecehan Seksual yang dinaungi oleh Pemerintah Kota Taoyuan mengirimkan staf mereka untuk memberikan konseling kepada keluarga bersangkutan.
Penyelidikan awal memperlihatkan bahwa anak berusia 6 tahun bersangkutan membuat kesalahan kemudian menangis terus menerus. Sang ayah yang tidak tahan kemudian “lepas kontrol”, lalu menggendong anak bersangkutan dan membawanya ke area balkon rumah.
Staf yang menangani kasus ini menyampaikan, kondisi sang ayah tengah lelah, baik fisik maupun mental, sehingga ia menjadi sangat emosional dan mengancam anaknya, seakan-akan hendak melemparnya keluar balkon.
Setelah diberikan konseling, sang ayah pun merasa sangat bersalah dan paham bahwa tindakannya tidaklah terpuji.
INTERAKTIF
Filep Wamafma, Senator Republik Indonesia Dapil Papua Barat
Nanang Sulaiman, Senator Republik Indonesia Dapil Kalimantan Timur

Untuk sesi interaktif kali ini, RTISI FM masih akan melanjutkan hasil wawancara dengan 2 anggota DPD Indonesia yang kebetulan melakukan kunjungan ke markas RTI pada Kamis, 16 Maret 2023.
Dalam kunjungan kali ini, para anggota DPD Indonesia menaruh perhatian mendalam terhadap situasi WNI (Warga Negara Indonesia) yang saat ini tengah berada di Taiwan dengan berbagai tujuan.
Seperti apa wawancaranya? Jangan lupa untuk dengarkan RTISI FM online di hari Jumat ini.
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 
