History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Ketua OCAC: 3 Manfaat Mempelajari Bahasa Mandarin Aksara Tradisional

  • 21 March, 2023
Kedai RTISI
Ketua OCAC: 3 Manfaat Mempelajari Bahasa Mandarin Aksara Tradisional

(Taiwan, ROC) --- Dalam dua tahun belakangan, “Pusat Pembelajaran Bahasa Mandarin Taiwan” (TCML) didirikan secara bertahap di kawasan Eropa dan Amerika, yang mana akhirnya mendatangkan respons positif dari masyarakat setempat.

Saat menghadiri wawancara eksklusif di Radio Taiwan International (RTI), Kepala Komite Tionghoa Perantauan (OCAC), Hsu Chia-ching (徐佳青) menyampaikan, “Pusat Pembelajaran Bahasa Mandarin Taiwan” menyusun materi pengajaran dwibahasa dalam bahasa Mandarin dan Inggris, dengan menggunakan perspektif yang lebih beragam dan inklusif.

Di samping itu, OCAC juga menyediakan buku teks dari pelajar taman kanak-kanak hingga remaja berusia 18 tahun. OCAC akan menyediakan pelatihan guru, serta mendorong institusi sekolah Tionghoa Perantauan di luar negeri untuk terus memperluas pendirian “Pusat Pembelajaran Bahasa Mandarin Taiwan”

Hsu Chia-ching menyampaikan, dalam dua tahun belakangan sudah ada sekitar 54 “Pusat Pembelajaran Bahasa Mandarin” yang didirikan oleh otoritas Taiwan di kawasan Amerika Serikat. Selain AS, hal serupa juga dikembangkan di kawasan Benua Eropa. Hingga saat ini sudah sekitar 12 sekolah bahasa Mandarin yang tersebar di negara-negara anggota Uni Eropa.

Hsu Chia-ching mengatakan, “Dan tentu saja, (menyusun) materi pembelajaran ini, kami menggunakan inklusivitas kebudayaan yang pluralistis, nilai demokrasi, kebebasan dan nilai-nilai toleransi, untuk kemudian menyusun materi yang ada. Kami juga mempersiapkan banyak bahan pembelajaran tambahan, melalui pembelajaran bahasa mendorong anak-anak untuk mengenal perbedaan budaya. Di samping itu, belajar bagaimana menghormati orang lain. Atas dasar prinsip yang serupa inilah, pertukaran AS dengan Taiwan telah menciptakan kemajuan besar dalam beberapa tahun belakangan.”

Hsu Chia-ching menyampaikan, banyak negara di dunia yang kemudian meragukan pendirian Institut Konfusius yang didirikan oleh Tiongkok. Banyak yang percaya bahwa badan pendidikan terebut dikemas sebagai akademisi, untuk melancarkan aksi pengawasan. Meski Institut Konfusius telah ditutup, tetapi pengaruh yang ada masih tersisa hingga hari ini.

Buku teks yang disusun oleh OCAC menggunakan mekanisme pembelajaran yang lebih beragam, sehingga memungkinkan para pelajar lebih memahami kebudayaan Tionghoa.

Hsu Chia-ching kemudian membagikan 3 manfaat untuk mempelajari bahasa Mandarin dengan menggunakan aksara tradisional. Ia juga merekomendasikan kepada warga asing untuk mengenal TCML.

Ia mengatakan, “Jika Anda ingin mengenal keindahan dari karya sastra Impian di “Bilik Merah” (紅樓夢), atau ingin tertarik dengan karya “Batas Air” (水滸傳), atau Anda ingin membaca perjalanan mencari kitab suci ke barat, “Perjalanan ke Barat” (西遊記), maka hanya tersedia dalam Mandarin aksara tradisional. Yang kedua, bisa meningkatkan efisiensi dalam belajar. Yang ketiga, seperti yang saya bilang sebelumnya, institusi pendidikan Tiongkok memiliki muatan politik yang mendalam, sehingga mudah tercuci otak. Tidak seperti kami yang mengedepankan inklusivitas dan keragaman budaya untuk menghadirkan berbagai nilai secara bersama-sama. Dengan demikian, model pembelajaran ini lebih sejalan dengan sistem demokrasi liberal.”

Meskipun Institut Konfusius telah ditutup, tetapi Tiongkok tetap berupaya untuk mempengaruhi para komunitas Tionghoa Perantauan asal Taiwan di luar negeri. Baru-baru ini, sering dilaporkan adanya penyerangan secara online terhadap “Pusat Pembelajaran Bahasa Mandarin Taiwan” yang dibangun di luar negeri.

Penyerangan tersebut disinyalir didalangi oleh pihak Tiongkok yang sengaja untuk mengacaukan kelancaran yang ada.

Hsu Chia-ching menambahkan, pihaknya telah membantu “Pusat Pembelajaran Bahasa Mandarin Taiwan” untuk meningkatkan jaringan keamanan terhadap perlindungan informasi secara online.

Penyiar

Komentar