Perusahaan induk yang menaungi Facebook, yakni Meta mengumumkan, pihaknya akan kembali memberhentikan 10.000 pekerja mereka. Ini adalah pemberhentian pekerja gelombang kedua yang dilakukan Meta, setelah sebelumnya perusahaan tersebut mem-PHK 11.000 karyawan mereka pada akhir tahun 2022 lalu.
Media Reuters mewartakan, CEO Meta, Mark Zuckerberg mengirimkan pesan yang ditujukan kepada karyawan mereka, bahwa pihak perusahaan akan kembali mengurangi jumlah karyawan, hingga 10.000 orang. Di samping itu, 5.000 posisi kosong yang belum direkrut, juga akan dibatalkan.
Dalam laporan tersebut juga menyebutkan, gelombang pemberhentian kali ini sesuai dengan upaya Mark Zuckerberg untuk memangkas biaya pengeluaran perusahaan sebanyak US$ 5 miliar.

Kondisi perekonomian yang memburuk telah menyebabkan serangkaian PHK besar-besaran di tubuh perusahaan besar Amerika Serikat. Keputusan ini diambil di tengah kecemasan akan semakin meningkatnya taraf inflasi dan kemungkinan datangnya resesi ekonomi.
Meta bukanlah satu-satunya perusahaan teknologi yang mem-PHK karyawan mereka secara besar-besaran, beberapa perusahaan ternama lainnya seperti Amazon, Microsoft dan Alphabet (perusahaan induk Google) juga melakukan hal serupa.
Meta menyampaikan, PHK adalah bagian dari rencana restrukturisasi perusahaan yang tentunya juga mencakup perihal pemerataan organisasi, pengurangan pada orientasi program dan menurunkan tingkat perekrutan pekerja baru.
PHK gelombang kedua ini diharapkan dapat menekan biaya pengeluaran perusahaan dan meningkatkan efisiensi para karyawan. Begitu berita pemecatan gelombang kedua diumumkan, harga saham Meta pun kembali naik sebanyak 3,5% pada awal perdagangan saham AS kemarin (14/3). (Sumber Foto: 中廣新聞)
RTI Radio Taiwan International 










