History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Terburuk Dalam 30 Tahun Terakhir, Kapasitas Air di Selatan Taiwan Menipis

  • 02 March, 2023
Kedai RTISI
Terburuk Dalam 30 Tahun Terakhir, Kapasitas Air di Selatan Taiwan Menipis

(Taiwan, ROC) --- Pasokan air di selatan Taiwan diberitakan berada di titik terendah. Menurut data statistik terbaru, kapasitas penyimpanan air di waduk Zengwen saat ini hanya berkisar 23,7%. Selain itu, kapasitas pasokan air di waduk Lantan juga menipis, bahkan dasar waduk mulai terlihat ke permukaan.

Masyarakat sekitar cemas, jika hujan tidak kunjung datang juga, maka waduk akan surut. Bagi kawasan selatan Taiwan, kekeringan ini adalah yang terparah dalam kurun 30 tahun belakangan.

Di lain pihak, pemerintah pusat juga telah mendirikan Pusat Tanggap Bencana Kekeringan pada tanggal 1 Maret 2023 kemarin.

Beberapa gundukan pasir yang berada di dasar danau, kini mulai muncul ke permukaan. Ini adalah kondisi Waduk Lantan, yang terletak di kawasan Chiayi. Situasi kekeringan yang melanda kawasan selatan Taiwan kian mengkhawatirkan. Bahkan sumur tua keluarga besar Wu yang sudah terendam selama ratusan tahun, kini muncul ke permukaan.

Menurut data statistik yang ada, kapasitas penyimpanan air di Waduk Lantan saat ini hanya berkisar 40,4%. Sedangkan di waduk Renyitan hanya berjumlah 31,3%.

Pasokan air di dua waduk utama Tainan juga memperlihatkan krisis serupa. Waduk Zengwen tersisa 23,7% dan Waduk Baihe bahkan lebih sedikit, hanya berkisar 21,3%.

Aliran air pada tanggal 1 Maret 2023 kemarin tercatat hanya berkisar 7,3cms. Angka ini berkurang cukup drastis, dari yang sebelumnya 9,2cms pada awal bulan Februari.

Menilik data yang ada, aliran sungai di waduk selatan Taiwan berkurang cukup drastis. Menanggapi permintaan konsumsi air bersih harian yang mencapai 1,45 juta ton, otoritas berwenang di Kaohsiung telah mempersiapkan beberapa langkah.

Salah satunya adalah melakukan penggalian sumur sebanyak 50 titik di sepanjang aliran sungai Gaoping.

Wakil Kepala Kantor Manajemen Sumber Daya Air Distrik Tujuh, Hsu Chih-hung (徐志宏) mengatakan, “Waduk di Danau Cheng Ching termasuk waduk off-stream reservoir. Selama kami memiliki kapasitas air yang cukup, maka dapat dipompa untuk kemudian disimpan di Danau Cheng Ching. Oleh karena itu, volume air secara keseluruhan di Kaohsiung dapat kami sesuaikan (ke waduk lain) sesuai dengan instruksi Tim Tanggap Bencana Kekeringan dari Pemerintah Pusat.”

Hujan tidak kunjung turun di kawasan selatan Taiwan, menyebabkan kapasitas pasokan air waduk setempat kian surut. Pada tanggal 1 Maret 2023 kemarin, otoritas pusat telah mendirikan Pusat Tanggap Bencana Kekeringan.

Krisis kekeringan di kawasan selatan Taiwan kali ini adalah yang terparah dalam 30 tahun belakangan.

Selain krisis air, Taiwan juga harus berhadapan dengan dampak inflasi yang mempengaruhi biaya sumber energi. Lonjakan inflasi telah menaikkan produk konsumsi masyarakat dan biaya sumber daya listrik.

Menteri Ekonomi, Wang Mei-hua (王美花) mengatakan, “Kenaikan harga minyak sebesar 25%, akan (kami) tanggung. Selain itu, pengurangan pajak komoditas juga akan diperpanjang hingga Juni tahun ini.”

Kementerian Ekonomi meluncurkan langkah-langkah pendukung yang relevan, guna menstabilkan harga gas alam, minyak dan sumber energi lainnya. Pemerintah juga akan mengupayakan yang terbaik guna menekan dampak buruk yang timbul akibat inflasi global.

Penyiar

Komentar