BINCANG BINCANG BERITA
Seorang Pria Pengendara Motor Tewas Mengenaskan Setelah Jatuh ke Lubang Konstruksi dengan Kedalaman 14 Meter

(Sumber Foto: 中時新聞網)
Seorang pengendara sepeda motor jatuh ke dalam lubang konstruksi dengan kedalaman 14 meter pada Kamis kemarin (16/2). Kejadian tersebut terjadi di persimpangan Jalan Wenzhong (文中路口) dengan Jalan Guoji Sec. 2 (國際路二段) Kota Taoyuan.
Ntah bagaimana sang pengendara motor bersangkutan bisa menerobos pagar pembatas yang berada di sekeliling lubang konstruksi, kemudian jatuh ke kedalaman bersama dengan sepeda motornya.
Lobang konstruksi yang menjadi lokasi kejadian adalah kawasan proyek penggalian saluran air dan selokan yang dikerjakan oleh Biro Manajemen Sumber Daya Air Kota Taoyuan.
Setelah dilarikan ke rumah sakit selama kurang lebih 5 jam, nyawa sang pengendara tidak berhasil diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia.
Setelah ditelusuri, sang pengendara yang tewas tersebut adalah Chen Yu-an (陳俞安), yang merupakan tim perahu naga yang pernah memenangkan medali emas dalam perhelatan Asian Games tahun 2018.
Lelaki berusia 28 tahun tersebut, juga disebut-sebut sebagai salah satu talenta muda Taiwan dalam bidang olahraga mendayung perahu naga.
Pengidap Diabetes di Kawasan Benua Asia Adalah yang Terbanyak, Kebiasaan Ini Menjadi Pemicu Pertamanya

(Sumber Foto: TVBS News)
Diabetes tipe 2 diakibatkan oleh kondisi obesitas dan kurang olahraga, yang mana membuat kadar insulin di dalam tubuh sulit bekerja secara efektif. Dari seluruh pengidap pasien diabetes dunia, proporsi kasus diabetes tipe 2 berada di kisaran 90%.
Kadar gula yang terlampau tinggi di dalam tubuh sangat rentan terhadap komplikasi penyakit, seperti serangan jantung. Diperkirakan jumlah pasien diabetes tipe 2 di kawasan Asia dan Afrika pada tahun 2045 akan mencapai angka 560 juta orang, dan angka ini akan terus meningkat.
Di Taiwan, satu dari setiap empat orang yang berusia di atas 18 tahun ternyata mengidap pra-diabetes. Jika diabetesnya parah, dapat menyebabkan komplikasi seperti penyakit jantung dan kebutaan. Menurut statistik Organisasi Kesehatan Dunia, diabetes menempati urutan ke-9 sebagai penyebab langsung kematian.
Sedangkan di Taiwan, satu dari empat orang dewasa (usia 18 tahun ke atas) didiagnosis memiliki gejala awal diabetes. Komplikasi penyakit seperti serangan jantung dan kebutaan bisa saja terjadi jika gejala diabetes bertambah parah.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis data statistik yang memperlihatkan bahwa diabetes menempati urutan ke-9 sebagai penyakit yang memiliki dampak langsung kepada kematian.
Lin Yi-hsin (林毅欣), seorang dokter Rumah Sakit Advent Taiwan menyampaikan, “Diabetes tipe ini juga dikenal dengan sebutan diabetes Juvenile. Tipe Juvenile ini biasanya bisa menyebabkan kerusakan pada pankreas secara kongenital, sedangkan diabetes tipe 2 dikenal dengan sebutan diabetes Melitus. Secara umum, dalam lingkaran akademisi, gangguan diabetes akan dikaitkan dengan warisan genetik, baru kemudian dilacak dari faktor-faktor non-genetik.”
Federasi Diabetes Internasional memperkirakan jumlah pasien diabetes di Asia dan Afrika akan mencapai 560 juta orang pada tahun 2045. Dengan kata lain meningkat sebanyak 1,5 kali lipat, jika dibandingkan dengan tahun 2021.
Sedangkan jumlah pasien di wilayah Eropa dan Amerika Utara akan sedikit lebih terkendali, yakni meningkat pada rentang 1,1 hingga 1,2 kali lipat. Hal ini disebabkan karena kebiasaan makan orang Asia, yang lebih gemar mengonsumsi nasi atau mi.
Makanan seperti nasi, roti, mi atau dumpling dikonsumsi warga Asia sebanyak 3 kali sehari. Asupan gula yang melebihi kebutuhan tubuh manusia, kemudian disimpan menjadi glikogen, yang mana hal tersebut membuat manusia jatuh ke dalam krisis “gemuk gula”.
Tidak Senang Diperingati untuk Mengenakan Masker, Pelaku Penusuk Penjaga Toko Waralaba Akhirnya Divonis Mati

(Sumber Foto: 鏡周刊)
Masih ingat dengan situasi penularan epidemi COVID-19 yang sempat memanas pada dua tahun lalu? Di kala tersebut, kondisi penyebaran COVID-19 di Taiwan berada di titik tertinggi, di mana para warga harus menaati sederetan kebijakan ketat pengendalian epidemi. Salah satunya adalah wajib menggunakan masker di tempat-tempat umum.
Di kala tersebut, sebuah kejadian penusukan yang melanda penjaga di salah satu toko waralaba di Distrik Guishan, Kota Taoyuan, menggegerkan masyarakat luas.
Penjaga bermarga Tsai tersebut (蔡姓) tewas seketika, setelah ditusuk oleh Chiang Chia-kai (蔣嘉凱) secara membabi buta. Kejadian ini berawal dari imbauan Tsai kepada Chiang untuk mengenakan masker medis, saat Chiang masuk ke dalam toko waralaba yang di kala itu kebetulan dijaga oleh Tsai.
Bulan Desember tahun lalu, sidang pertama yang mengadili Chiang Chia-kai pun selesai dilaksanakan. Putusan tingkat pertama juga sudah dirilis, Chiang mengaku bersalah dan hakim menjatuhkan vonis mati kepada dirinya, serta mencabut hak publik seumur hidupnya.
Sidang kedua pun kembali dihelat pada tanggal 16 Februari 2023, Chiang menyampaikan, ia rela membayar nyawa atas perbuatan kejinya kepada Tsai.
Dan ironinya, saat ditanya oleh pihak penuntut bagaimana Chiang Chia-kai menusuk korban hingga tewas, Chiang hanya menjawab ia sudah lupa proses penusukan yang ia lancarkan kepada Tsai, yang mungkin diakibatkan karena terlampau banyak mengonsumsi obat-obatan terlarang.
Dalam sidang kedua tersebut, Chiang juga membantah jaksa penuntut jika ia merencanakan pembunuhan bersangkutan. Dan kepada anggota keluarga Tsai, Chiang Chia-kai menyatakan dirinya sangat menyesali perbuatannya.
Pengacara Chiang meminta agar kliennya bisa menjalani evaluasi psikiatris (kejiwaan). Permintaan tersebut didasarkan pada Undang Undang Pidana Pasal 19 Butir 1 yang berbunyi, “Dikarenakan gangguan atau cacat mental, sehingga mereka tidak memiliki kemampuan untuk membedakan perbuatan yang melanggar hukum, atau ketidakmampuan untuk bertindak sesuai pengakuannya, tidak dapat dihukum”.
Apalagi Chiang juga tetap berada di tempat (tidak kabur) setelah ia melancarkan aksinya tersebut, yang mana hal ini sesuai dengan butir-butir pengurangan hukuman yang bisa diajukan oleh Chiang.
Namun dalam pengadilan, kakak perempuan dari pihak korban menyampaikan bahwa Chiang belum meminta maaf kepada anggota keluarga sampai sejauh ini. Chiang disinyalir baru menyampaikan permohonan maaf setelah orang lain memintanya. Selain itu, tidak ada bayaran kompensasi yang diterima oleh pihak anggota keluarga korban.
Pihak keluarga Tsai pun meminta agar hakim yang hadir pada persidangan kedua tetap bertahan pada vonis mati sebelumnya.
Anggota keluarga korban menuturkan, sebelum melancarkan aksi kejinya, Chiang masih bisa berbelanja di toko waralaba, layaknya warga normal pada
Bahkan Chiang sudah mempersiapkan senjata tajamnya terlebih dahulu, kemudian memancing korbannya (penjaga toko) untuk keluar dari toko waralaba lalu membunuhnya. Aksi dari Chiang Chia-kai tersebut dinilai tidak sesuai dengan UU Pidana Pasal 19 Butir 1, yang notabene akan m
Kasus Chiang Chia-kai akan disidangkan kembali pada tanggal 23 Maret 2023 mendatang. Pihak hakim juga meminta kepada pembela untuk menjelaskan alasan mengapa perlu dilakukan evaluasi psikiatri, pemeriksaan pada klip video dan alibi dalam kurun 3 minggu. Dan setelah itu baru akan didiskusikan dan diputuskan oleh pihak judicial panel.
Aset Kepemilikan Properti Kaum Hawa di Taiwan Hampir Mengimbangi Kaum Adam

(Sumber Foto: 中時新聞)
Kemampuan kaum hawa Taiwan ternyata tidak kalah dengan kaum adam. Kementerian Keuangan (MOF) merilis data statistik memperlihatkan proporsi pembayar pajak perumahan kaum perempuan pada tahun 2022 yang mencapai rekor terbaru, yakni berada di kisaran 44,9%.
Kesenjangan antara kaum laki-laki dengan perempuan dalam perihal pembayaran pajak perumahan di Taiwan, kian hari kian kecil, yakni hanya berjarak sekitar 10,2%.
Angka di atas mencerminkan bahwa potensi perempuan di sektor ekonomi dan kepemilikan aset harta tidak bergerak kian meningkat.
Jika menilik dari segi wilayah, maka rasio pembayar pajak perumahan dari kaum wanita yang bermukim di kawasan Kota Taipei dan New Taipei lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah lainnya di Taiwan.
Di Kota Taipei, proporsi wanita yang merupakan pembayar pajak perumahan berada di rentang 51,8%, sedangkan kaum pria berada di kisaran 48,4%.
Untuk Kota New Taipei, proporsi wanita yang merupakan pembayar pajak perumahan berada di rentang 50,1%, sedangkan kaum pria berada di kisaran 49,9%.
Untuk wilayah lainnya di Taiwan, proporsi wanita yang merupakan pembayar pajak perumahan berada di bawah 50%, dan yang terendah berada di Kabupaten Lianjiang yang hanya berjumlah 23,7%.
INTERAKTIF
Candra – Can Kevin Adventure

(Sumber Foto: YAHOO 奇摩)
Pekerja Migran Indonesia (PMI), Candra memulai channel Youtubenya pada tahun 2020, dengan nama Can Kevin Adventure. Konten video yang dibuat berdasarkan pengalaman dan hobi memancingnya, dengan berpetualang di aliran-aliran sungai di Taiwan.
Video yang dibuat oleh Candra juga sudah berhasil ditonton lebih dari jutaan kali. Candra menuturkan, mendirikan channel Youtube bukanlah perkara mudah. Jumlah viewer pada masa-masa awal hanya berjumlah sekitar ratusan bahkan puluhan. Namun, karena tekad bulatnya, Candra tidak pernah merasa lelah dan terus giat melakukan proses editing yang cukup melelahkan.
Kali ini RTISI FM akan menayangkan proses wawancara dengan channel Youtube Can Kevin Adventure
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 

