History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

RtiFM Online Senin, 12 Desember 2022

  • 12 December, 2022
Jiwa Muda - RtiFM Online Senin

Lebih Sedikit Pekerja Taiwan yang Berpenghasilan Kurang Dari 30 ribu NT Dalam Upah Reguler

Menurut Direktorat Jenderal Anggaran, Akutntansi dan Statistik Taiwan, Jumlah karyawan yang menerima gaji bulanan kurang dari 30 ribu NTD saat ini semakin sedikit. 

Tahun 2021 ada sekitar 2.465 orangyang mendapatkan gaji di bawah 30 ribu NTD , sementara pada 2022 jumlah itu menjadi 2.107 orang. 

Selain itu, 2,107 juta pekerja yang menerima kurang dari NT$30.000 per bulan menyumbang 23,03 persen dari total 9,146 juta tenaga kerja di Taiwan pada tahun 2022, juga turun dari 26,84 persen setahun sebelumnya, menurut data yang dikumpulkan oleh DGBAS.

Ini mengikuti tren yang terlihat dalam dekade terakhir. Dalam 10 tahun terakhir, rasio turun secara signifikan sebesar 18,65 poin persentase, menurut data tersebut.

Mengomentari penurunan jumlah orang di Taiwan yang menerima gaji bulanan kurang dari NT$30.000 dalam 10 tahun terakhir, Chen Hui-hsin (陳惠欣), wakil direktur departemen sensus DGBAS, mengatakan tren seperti itu dihasilkan dari meningkatnya kemauan pengusaha untuk menaikkan upah bagi karyawan mereka serta kenaikan pemerintah untuk upah minimum.

Setiap tahun, pemerintah menaikkan upah minimum. Mulai 1 Januari 2022, upah minimum bulanan di Taiwan naik menjadi NT$25.250 sebulan dari NT$24.000 setahun sebelumnya, dan juga meningkat dari NT$18.780 pada tahun 2012.

Survei tersebut juga menemukan bahwa jumlah pekerja yang dibayar antara NT$30.000 dan NT$50.000 naik menjadi 5,03 juta pada tahun 2022 dari 4,799 juta setahun sebelumnya, yang merupakan hampir 55 persen dari total tenaga kerja. Pada saat yang sama, jumlah pekerja yang dibayar lebih dari NT$50.000 per bulan juga naik menjadi 2,01 juta dari 1,92 juta, terhitung hampir 22 persen dari total tenaga kerja, kata DGBAS.

Namun, setelah disesuaikan dengan inflasi, para pekerja menerima gaji lebih sedikit dibandingkan tahun lalu.

Dalam sembilan bulan pertama tahun ini, rata-rata upah reguler pekerja Taiwan mencapai NT$44.319, naik 2,99 persen dari tahun sebelumnya, namun setelah penyesuaian inflasi, rata-rata upah reguler riil turun 0,07 persen dari tahun lalu.

Indeks harga konsumen Taiwan untuk sembilan bulan naik 3,06 persen dari tahun sebelumnya, di atas peringatan 2 persen yang ditetapkan oleh bank sentral.

Perekonomian juga melihat peningkatan dalam perusahaan yang mempekerjakan karyawan atipikal atau non-penuh waktu atau permanen, yang mereka tidak perlu membayar tunjangan sebanyak itu, jika ada.

Menurut survei, jumlah pekerja atipikal, mengacu pada pekerja paruh waktu, pekerja sementara atau pekerja lepasan, mencapai 798.000 pada tahun 2022, naik sekitar 1.000 dari tahun sebelumnya, dan merupakan 7,02 persen dari total tenaga kerja, sebuah peningkatan dari 6,97 persen tahun lalu.

DGBAS, yang biasanya melakukan survei tentang situasi ketenagakerjaan lokal pada bulan Mei setiap tahun, melakukan survei ketenagakerjaan sebelumnya yang berfokus pada upah reguler pada Oktober 2021, bukan Mei 2021, ketika peringatan Level 3 dinaikkan untuk membatasi pergerakan orang di tengah lonjakan kasus COVID-19 saat itu.

Gaji NT$ 30.000 Lebih Masih Tidak Mendapatkan Pekerja, Petinggi Hotel: Anak Muda Lebih Memilih Menjadi Pengantar Makanan atau Selebgram

 Seiring melonggarnya peraturan pencegahan pandemi di dalam negeri para pelaku industri perhotelan yang pada awalnya menyambut hal tersebut dengan hati yang senang dan gembira, namun pada akhirnya justru pusing tujuh keliling karena “kekurangan pekerja”. Para pelaku industri perhotelan menganalisis, “anak muda lebih memilih untuk bekerja sebagai pengantar makanan atau selebgram”. Industri perhotelan bukan lagi pilihan bagi pencari kerja, bahkan dengan gaji pokok yang telah dinaikkan menjadi NT$ 30.000 ke atas, belum ditambah dengan bonus bersih-bersih kamar, pihak hotel dikabarkan masih kelabakan mencari pekerja.

Chairman Hotel Regent Pan Si-liang (潘思亮) beberapa waktu yang lalu berbagi informasi perihal pelaku industri perhotelan sedang mengalami pemulihan, namun kembali menegaskan “Kekurangan pekerja merupakan isu di tingkat keamanan nasional”. Dirinya menunjukkan, seperti di situasi saat ini, karena kurangnya tenaga kerja untuk perjamuan “Hotel Regent telah menolak bisnis ribuan meja perjamuan”.

 

 

 

 

 

 

 

Penyiar

Komentar