History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

(Part 2) Rusia Memotong Pasokan Gas Alam, Negara UE Kembali Mengaktifkan PLT Batu Bara

  • 15 July, 2022
Perspektif
Konsekuensi Struktural Terhadap Penggunaan Kembali Batu Bara

Konsekuensi Struktural Terhadap Penggunaan Kembali Batu Bara

(Taiwan, ROC) --- Keputusan untuk kembali mengaktifkan PLT Batu Bara telah meningkatkan kekhawatiran Uni Eropa, mengingat mereka memiliki target untuk mencapai taraf nol emisi karbon pada tahun 2050. Kembali ke batu bara adalah pilihan terburuk, dengan konsekuensi yang sangat struktural. Kepada media Al Jazeera, salah seorang aktivis lingkungan di Climate Action Network Europe, Neil Makaroff menyampaikan, beberapa negara Uni Eropa lebih memilih kembali menggunakan bahan bakar batu bara, ketimbang berinvestasi lebih dalam sektor energi terbarukan.

Dalam beberapa tahun belakangan, Jerman diberitakan telah meningkatkan penggunaan energi batu bara mereka. Salah seorang konsultan energi dari perusahaan Rystad Energy, Swedia menyampaikan, PLT Batu Bara Jerman diketahui telah meningkat sebanyak 20% dalam 5 bulan pertama pada tahun 2022

Selain itu, negara-negara Uni Eropa memilih untuk mengimpor batu bara dari negara lain, setelah mereka putuskan untuk tidak lagi membeli batu bara Rusia semenjak bulan Agustus mendatang.

Neil Makaroff menuturkan, risikonya adalah mengganti satu ketergantungan dengan ketergantungan yang lain, misal mengimpor batu bara dari Kolombia atau Australia, dan gas alam dari Amerika Serikat atau Qatar. Semuanya ini dilakukan guna mencari jalan alternatif pasokan energi yang diperoleh dari Rusia selama ini.

 

Tujuan Emisi Karbon UE Tidak Tergoyahkan

Sambil beralih untuk kembali mengaktifkan PLT Batu Bara mereka, otoritas Jerman tetap menekankan komitmen mereka terhadap pencapaian nol emisi karbon pada tahun 2030.

Uni Eropa menekankan bahwa keputusan Jerman untuk menggunakan kembali batu bara adalah langkah sementara. Pejabat Urusan Internasional dan Keuangan Iklim di Komisi Uni Eropa, Elina Bardram menekankan, UE akan menerapkan langkah-langkah darurat dan sementara ini akan menggunakan batu bara. Namun demikian, target nol emisi karbon pada tahun 2030 dan 2050 tetap tidak akan berubah.

Kepada media AFP, cendekiawan di Institute for Sustainable Development and International Relations, Nicolas Berghmans menuturkan, keputusan untuk kembali menggunakan energi batu bara dapat menyelamatkan perusahaan-perusahaan yang tadinya hampir pailit, meskipun efek ini bersifat sementara.

Dalam sebuah rapat negosiasi “RepoweEU”, negara-negara anggota juga tengah mewacanakan untuk lebih memprioritaskan pembelanjaan anggaran terhadap sektor energi terbarukan. Yang mana akan mengurangi ketergantungan mayoritas negara Uni Eropa secara keseluruhan.

Nicolas Berghmans juga percaya dengan mengurangi ketergantungan di atas, maka akan memungkinkan negara Eropa mengubah seluruh tren yang ada sebelumnya, serta mencapai tujuan nol emisi karbon.

 

Penyiar

Komentar