History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Warga Ukraina di Taiwan Menggelar Aksi Protes di Depan Kantor Perwakilan Rusia

  • 02 March, 2022
Kedai RTISI
Warga Ukraina di Taiwan Menggelar Aksi Protes di Depan Kantor Perwakilan Rusia

(Taiwan, ROC) --- Serangan Rusia ke wilayah Ukraina masih menjadi fokus warga dunia. Masyarakat Ukraina yang bermukim di Taiwan menggelar aksi protes di depan Kantor Perwakilan Rusia untuk ROC pada awal Maret ini.

Mereka menyerukan aksi protes akan tindakan otoritas Rusia yang telah menginvasi wilayah Ukraina. Dalam aksi tersebut, mereka pun membawa gambar-gambar yang memperlihatkan kerugian yang dibawa dari aksi peperangan.

Mereka pun meminta kepada komunitas internasional untuk segera mengambil tindakan dan membantu warga Ukraina.

Serangan Rusia ke wilayah Ukraina telah genap 1 pekan. Kini, masyarakat internasional mulai memberlakukan sanksi mereka terhadap Rusia. Warga Ukraina yang kini bermukim di Taiwan juga menyampaikan rasa prihatin mereka terhadap situasi yang menimpa kampung halaman mereka.

Pada tanggal 1 Maret 2022 kemarin, mereka sekali lagi berkumpul di depan Kantor Perwakilan Rusia untuk ROC dan menggelar aksi protes. Slogan-slogan yang mendukung Ukraina pun mewarnai aksi protes kali ini.

Seorang warga Ukraina – Vadym menyodorkan foto-foto yang menggambarkan situasi memprihatinkan yang kini menimpa anak-anak dan lansia setempat. Ia menambahkan, Ukraina tidak akan pernah menyerah dan akan terus bersatu guna melawan aksi invasi Rusia.

Vadym pun meminta Taiwan dan negara-negara lain di dunia untuk membantu Ukraina. Ia mengatakan, “Kita harus bersatu! Bersama dengan Ukraina, kita harus bersatu serta berdiri bersama dan melawan. Rusia adalah negara berbahaya dan kita harus segera mengisolasinya dari dunia normal.”

Melihat kampung halamannya porak-poranda akibat serangan Rusia, membuat Tanya merasa sedih. Ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Taiwan atas dukungan materi dan bantuan yang telah diberikan kepada Ukraina selama ini.

Tanya mengatakan, “Ketika saya menyaksikan pemberitaan tersebut, saya pun berlinang air mata. Tentara Rusia datang ke RS yang dihuni oleh anak-anak atau tentara yang tengah terluka, serta dengan tega menembak mereka.”

Asosiasi warga Taiwan terus merilis kecaman mereka terhadap keputusan otoritas Rusia. Aksi solidaritas perlahan-lahan dilancarkan guna memberikan dukungan kepada warga Ukraina dan meminta agar Rusia segera menarik mundur pasukan mereka.

Staf dari Kantor Perwakilan Rusia untuk ROC pun menerima surat petisi yang dikumpulkan dalam aksi protes kemarin. Warga yang datang dalam aksi protes tersebut meminta agar perang ini segera berakhir dan permasalahan kedua negara dapat dituntaskan.

Penyiar

Komentar