History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Krisis Telur Ayam di Taiwan Belum Tertuntaskan, Pemerintah akan Menerapkan Kebijakan Relevan

  • 13 February, 2022
Kedai RTISI
Krisis Telur Ayam di Taiwan Belum Tertuntaskan, Pemerintah akan Menerapkan Kebijakan Relevan

(Taiwan, ROC) --- Krisis produk telur ayam di dalam negeri masih terus berlanjut. Tidak hanya pembeli, para pedagang pun mulai mengeluhkan kurangnya telur ayam terhadap penurunan omset mereka.

Salah seorang pedagang di Kota Taipei menyampaikan, produk telur ayam yang dikirim dari kawasan selatan Taiwan terus berkurang setiap harinya, bahkan berkisar 20% hingga 30%. Tidak sedikit dari mereka yang memberlakukan pembatasan kepada pembeli yang hendak membeli telur ayam.

Peternak telur ayam di Hualien menyampaikan, bahwa saat ini ada sekitar 2/3 telur ayam wajib dikirim ke kawasan barat Taiwan. Mereka berharap agar telur-telur ini dapat bertahan di wilayah Hualien, sehingga dapat memenuhi permintaan warga setempat. Harga 1 kotak telur ayam juga dibanderol sedikit lebih mahal NT$ 10, jika dibandingkan dengan saat-saat normal.

Beberapa warga diberitakan mulai menimbun produk telur. Para penjual pun mulai membatasi jumlah telur yang dapat dibeli oleh para warga.

Krisis telur saat ini cukup berimbas pada mayoritas warga di Taiwan. Pedagang telur di kawasan Hualien menyampaikan, telur-telur yang baru dipasok langsung ludes dibeli para warga. Bahkan pemilik toko sarapan pagi menuturkan bahwa harga produk telur ayam saat ini benar-benar sangat mahal.

Para peternak telur ayam di kawasan Hualien terus mengupayakan berbagai cara untuk mencukupi kebutuhan para warga. Asosiasi peternak Kota Hualien mengeluhkan bahwa dua pertiga telur ayam harus dikirim ke kawasan barat Taiwan. Mereka berharap agar kebutuhan warga di timur Taiwan dapat diprioritaskan terlebih dahulu.

Kepala Asosiasi Peternakan Ayam Kabupaten Hualien, Chang Chin-yi (張進義) mengatakan, “Mayoritas di jual ke luar daerah, baru kemudian dikirim, terutama dalam beberapa hari belakangan dan kemarin misalnya, pesanan telur dari luar daerah sangat tinggi.”

Pedagang Kota Hualien berharap agar telur ayam mereka tetap dapat bertahan di kawasan timur Taiwan. Dinas pertanian Kota Hualien di lain pihak menambahkan pihaknya akan membantu seluruh proses negosiasi yang dibutuhkan.

Kepala Badan Pertanian Hualien, Chen Shu-wen (陳淑雯) mengatakan, “Jika peternak lokal ingin agar hasil telur mereka dijual di kawasan kami, yakni Hualien, tentunya kami menyambut dengan baik. Mengingat, kamilah yang memproduksi kemudian menjualnya sendiri. Ini adalah langkah untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal.”

Untuk saat ini, tidak ada langkah untuk dapat menuntaskan permasalahan ini secara singkat. Pemerintah mengimbau kepada masyarakat untuk bersabar dan akan menerapkan kebijakan relevan guna menyelesaikan krisis telur ayam saat ini.

 

Penyiar

Komentar