Kawasan Yonghe dikejutkan dengan penemuan jasad mutilasi yang dibuang di salah satu saluran air setempat pada Rabu kemarin (9/12). Bagian kepala serta kedua tangan dan kedua kaki dari jasad tersebut dimutilasi dan diduga dibuang pelaku di tempat terpisah.
Staf investigasi menduga bahwa sang pelaku sengaja ingin menyusahkan pihak kepolisian dalam menemukan identitas sang korban, mengingat sidik jari dan kepala dari jasad tidak ditemukan.
Namun demikian, langkah staf investigasi tidak berhenti di tempat. Mereka akhirnya membawa sang jasad untuk dilakukan pencocokan DNA.
Tidak membutuhkan waktu lama bagi pihak kepolisian untuk menangkap orang yang diduga pelaku mutilasi di Distrik Yonghe kemarin.
Seorang pria bermarga Fu (符姓男子) ditangkap petugas kepolisian pada Rabu malam (8/12). Fu yang berusia 54 tahun tersebut diduga membekap ayahnya dengan menggunakan bantal hingga tewas. Setelah tewas, Fu baru kemudian memutilasi bagian kepala, kedua tangan dan kedua kaki dengan menggunakan gergaji/pisau besar.
Fu diduga tega membunuh ayahnya yang berusia 84 tahun tersebut, karena tidak tahan melihat ibunya menerima perlakuan kasar dari sang ayah. Ayah Fu diduga telah melakukan kekerasan kepada istrinya yang berusia 77 tahun, dalam jangka waktu yang panjang.
Meski telah menikah dan memiliki seorang putri, Fu tetap tinggal bersama dengan kedua orang tuanya di Yonghe. Hingga berita ini dirilis, Fu mengaku bahwa motif dirinya menghabisi nyawa sang ayah, karena tidak tahan melihat perlakuan kasar yang selama ini diterima oleh ibunya. (Sumber Foto: TVBS News)
RTI Radio Taiwan International 













