(Taiwan, ROC) --- Dunia internasional kini tengah menghadapi naiknya harga bahan pokok. Inflasi kali ini juga signifikan terasa di Taiwan. Beberapa pengusaha makanan secara bertahap mengumumkan kenaikan harga mereka. Salah satunya adalah grup Thai Town yang akhirnya ikut menaikkan harga jual mereka.
Terhitung tanggal 15 Desember 2021, restoran yang berada di bawah naungan grup Thai Town juga akan mengalami kenaikan harga mencapai 3%, masing-masing adalah Thai Town dan Very Thai. Kenaikan ini diberitakan adalah yang tertinggi selama 10 tahun belakangan.
Di samping itu, toko franchise ayam goreng merek lokal Fat Daddy juga mengumumkan kenaikan yang sama, berkisar NT$ 3 hingga NT$ 5. Kenaikan ini akan mulai berlaku di seluruh cabang Fat Daddy terhitung tanggal 16 Desember 2021.
Manajer Thai Town Hsu Han-yun (許瀚云) mengatakan, “(Harga) bahan baku dan biaya logistik dunia. 5 merek franchise kami, dengan kenaikan sebesar NT$ 5 hingga NT$ 20. Ini adalah kenaikan pertama selama 10 tahun belakangan.”
Guna mengimbangi biaya operasional yang ada, maka semenjak tanggal 15 Desember 2021, 5 merek franchise Thai Town akan menaikkan harga mereka, dengan rata-rata kenaikan sebesar 3%.
Menghadapi risiko menurunnya kemampuan berbelanja masyarakat, maka Thai Town akan meluncurkan ragam promosi, misal memberikan makanan penutup gratis.
Toko ayam goreng Fat Daddy juga mengumumkan untuk menaikkan harga jual mereka per tanggal 16 Desember. Kenaikan di setiap cabang juga akan berbeda, dengan rentang NT$ 3 hingga NT$ 5.
Di samping itu, restoran shabu-shabu China Northeast Pot juga akan menaikkan harga mereka sebanyak 8%. Kenaikan ini terpaksa dilakukan, guna menghadapi tekanan dari semakin mahalnya tenaga karyawan dan harga bahan pokok. Biaya makan per orang yang semula berkisar NT$ 460, akan naik menjadi NT$ 498, dengan kenaikan 8%.
Bahan pokok di pasaran juga kian mahal. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, maka harga saat ini lebih mahal 2,84%. Ini adalah kenaikan tertinggi dalam 9 tahun terakhir.
Kebutuhan pokok juga diberitakan meningkat, misal bahan bakar minyak naik 35,8%, yang mana akan membuat harga buah dan sayur di pasaran melonjak drastis.






