Varian baru COVID-19 “Omicron” tengah menjadi fokus pakar kesehatan dunia saat ini. Diberitakan, Omicron memiliki kemampuan bermutasi dan lebih menular dibandingkan varian Delta. Beberapa negara dunia dikabarkan mulai memperketat kembali ketentuan di pintu perbatasan mereka.
Kini, masyarakat Taiwan pun mulai mempertanyakan kemungkinan dilangsungkannya kegiatan perayaan menyambut tahun baru 2022.
Petinggi Biro Pariwisata Kota Taipei – Liu Yi-ting (劉奕霆) menyampaikan, hingga hari ini pihaknya tidak menerima instruksi apa pun perihal pembatasan jumlah warga yang akan diizinkan untuk mengikuti perayaan malam tahun baru. Namun demikian, otoritas setempat tetap akan mengontrol arus warga, serta memberlakukan beberapa protokol penting, meliputi mengukur suhu, mengenakan masker sepanjang waktu dan melarang warga untuk “makan sambil jalan”.
Di lain pihak, Walikota Taipei Ko Wen-je (柯文哲) menyampaikan, dirinya tidak menutup kemungkinan untuk membatalkan seluruh kegiatan tahun baru selambat-selambatnya 3 hari sebelum tanggal 31 Desember 2021.
Pernyataan Ko Wen-je pun seketika menimbulkan pro dan kontra, terutama di kalangan pengusaha yang terlibat dalam acara malam tahun baru.
Ko Wen-je melanjutkan, otoritas Kota Taipei bersama dengan pengusaha seharusnya memiliki SOP (Standar Operasional Prosedur) yang relevan, guna menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk dihentikannya seluruh kegiatan karena ledakan kasus penularan COVID-19. (Sumber Foto: CNA News)
RTI Radio Taiwan International 












