History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pengalaman Pendengar RTISI - Eddy Setiawan (part 1).

  • 04 October, 2021
Kedai RTISI
Pengalaman Eddy Setiawan

Saya menemui siaran RTISI, pada waktu itu masih bernama Suara Tiongkok Merdeka (Voice of Free China) secara kebetulan pada tahun 1967 di siang hari, saat saya sedang menjelajahi jalur gelombang pendek mencari siaran seksi Indonesia dari radio2 luar negeri. Saat itu penyiarnya menyebut dirinya sebagai Bung Kurus, dan sampai sekarang saya belum tahu nama sebenarnya. Dan melihat fotonyapun baru2 ini saja, menemui postingan mbak Maria Sukamto di Facebook.

Bagi saya, menemukan siaran radio luar negeri atau biasa disebut radio internasional, dalam bahasa Indonesia,  rasanya seperti menemukan 'harta karun', apalagi waktu itu saya sedang semangat2nya memburu siaran radio2 internasional dalam bahasa Indonesia.  Selain mengudara pada siang hari, VOFC juga mengudara pada sore hari sebagai siaran ulangan.

Sebelum bernama Radio Taiwan International, sempat memakai nama Radio Taipei International. Waktu itu saya sempat mengusulkan, baiknya memakai nama Radio Taiwan International saja, karena nama Radio Taipei se-akan2 masih ber-status radio lokal, belum menyuarakan Taiwan secara keseluruhan, dan belum    bersifat radio internasional.
Syukurlah, tidak lama kemudian dipakai nama Radio Taiwan International sampai sekarang.

Bagi pendengar, saat yang paling menyenangkan dan membanggakan adalah saat ada kesempatan jumpa dengan penyiar. Dan lebih membanggakan lagi, bahkan mengharukan saat dikunjungi penyiar. Ini merupakan satu kehormatan luar biasa, dan kebanggan  tersendiri sebagai pendengar, yang gak pernah terbayangkan sebelumnya.

Pengalaman pertama  jumpa dengan penyiar RTISI adalah saat mbak Maria Sukamto mengunjungi saya, waktu saya masih di Matraman,  kalo gak salah pada tahun 1986 (maaf, kalo salah, mbak Maria, tolong diperbaiki). 
Waktu melihat mbak Maria, bayangan saya, mungki ini pendengar, karena sejak nama Matraman 30 sering mengudara di berbagai stasion radio internasional, sejak tahun 1971, ada saja pendengar yang berkunjung, mulai dari anak sekolah, sampai pensiunan, dari berbagai daerah atau kota,  mulai dari Aceh, sampai dari Papua.

Tetapi setelah mbak Maria menyebutkan namanya, waduh....., satu kejutan luar biasa. Meskipun sebelum dikunjungi mbak Maria, sudah ada beberapa penyiar dari radio2 internasional lain yang berkunjung, tapi setiap dikunjungi penyiar, merupakan satu surprise luar biasa, dan membuat hati dag-dig-dug, meskipun sudah akrab lewat udara.

Setelah bertemu pertama dengan mbak Maria, sempat berjumpa kembali beberapa kali, karena setiap mbak Maria ke Jakarta, mbak Maria selalu menyediakan waktu untuk ketemuan, tapi bukan ketemuan 'empat mata' lagi,  karena dihadiri oleh beberapa fans RTISI lainnya, melainkan sudah bisa disebut 'jumpa fans'. Wah, kaya artis ya, jumpa fans. Tapi gak berlebihan kalo ketemiuan dengan penyiar, juga disebut : jumpa fans, karena bukan artis aja yang punya fans.

Bagi mbak Maria, setiap ketemuan dengan pendengar, selain 'jumpa fans', mbak Maria juga butuh masukan tentang RTISI dari para fans, sehingga kunjungan mbak Maria, meskipun dalam rangka cuti, tapi bisa bermanfaat bagi RTISI.

Jumpa Fans pertama dengan mbak Maria berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat pada tahun 1988 (kalo gak salah, hehehe). Ketemuan kedua kalinya ini, sudah lebih santai,  karena selain ketemuan yang kedua kali, juga ditemani oleh beberapa teman sesama fans RTISI, gak dak-dik-duk lagi seperti ketemuan pertama, malah banyak hahaha dan hehehe-nya di-tengah2 ngobrol dengan mbak Maria.

Jumpa Fans kedua diadakan di Hotel Jayakarta, Jakarta Barat pada tahun 1990 (kalo ini sepertinya gak salah deh, hehehe). Jumlah fans yang hadir lebih banyak, bahkan dihadiri pula fans dari luar Jakarta, karena diberitahu jauh2 hari sebelumnya.

Jumpa Fans ketiga berlangsung pada tahun 1994 (kalo ini pasti benar, hehehe) diadakan di rumah makan khas Sunda, Handayani, di Jakarta Timur, yang lokasinya masih 'tetanggaan' dengan rumah saya, masih di daerah Matraman juga, tepatnya di Matraman Raya.
 

Bersambung......

Penyiar

Komentar