Dalam sebuah wawancara khusus, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin membeberkan, jika saat ini Indonesia sedang dalam pembicaraan dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) serta enam perusahaan farmasi untuk mendapatkan keahlian dalam memproduksi vaksin COVID-19, dan menjadikan Indonesia sebagai “Pusat Produksi Vaksin Global"
Menurut pemberitaan media Reuters, Menkes RI, Budi Gunadi Sadikin menyebutkan, agar dapat menjadi pusat produksi vaksin dunia, Indonesia akan mulai untuk melakukan pembelian keahlian serta tempat produksi dari perusahaan produksi vaksin dalam negeri.
Beliau juga menambahkan, jika dirinya telah melobi Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam perjalanan awal bulan ini ke Eropa.
“WHO telah menunjuk Afrika Selatan sebagai lokasi pertama, dan saya mengatakan bahwa secara logis Indonesia harus menjadi yang kedua.”, tegasnya.
“Pusat Transfer Teknologi (Technology Transfer Hubs)” yang baru adalah bagian dari strategi WHO untuk mendistribusikan produksi vaksin secara lebih luas secara global.”, tambahnya
Menkes RI juga mengemukakan, perusahaan farmasi Indonesia tengah berdiskusi dengan 6 produsen dan pengembang vaksin yang terdiri dari: Anhui, Walvax, Sinovac Biotech dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Genexine dari Korea Selatan, serta Arcturus Therapeutivs dan Novavax dari Amerika Serikat (AS).
Bambang Heriyanto, selaku Sekretaris Perusahaan Bio Farma membenarkan pembicaraan yang saat ini tengah berlangsung dan menuturkan, langkah pertama adalah melaksanakan kerja sama dalam “Transfer Teknologi”. Adapun kata dia, memerlukan waktu sekitar 2 hingga 3 tahun untuk membangun fasilitas produksi yang beroperasi penuh. (Sumber: LTN)
RTI Radio Taiwan International 










