Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengkonfirmasi dua peristiwa serangan bom yang terjadi di luar Bandara Kabul Afghanistan pada Kamis kemarin (26/8). Hingga berita ini diluncurkan, setidaknya ada 90 warga sipil Afghanistan yang tewas, 150 lainnya luka-luka dan 13 tentara AS yang tewas.
Organisasi militan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) telah mengakui, bahwa merekalah yang bertanggung jawab atas 2 aksi tersebut.
Media asing mewartakan, ledakan pertama terjadi di sebuah selokan air yang terletak di Gerbang Bandara Kabul Abbey Gate. Dalam beberapa hari belakangan, banyak warga setempat yang berkerumun di area ini, dengan harapan dapat masuk ke bandara dan melarikan diri dari Afghanistan.
Tak lama berselang, ledakan kedua dilaporkan kembali terjadi di Hotel Baron yang terketak 200 meter dari Abby Gate. Selain itu, tentara IS juga terlihat melepaskan tembakan ke arah warga sipil dan tentara AS yang berjaga di luar bandara.
Sebelumnya, ISIS pernah menolak keras terhadap kesepakatan AS dengan Taliban pada awal 2020 yang mengarah pada penarikan pasukan asing di Afghanistan, ISIS bahkan mengecam Taliban yang telah mengkhianati prinsip-prinsip keagamaan. (Sumber Foto: CNA News)
RTI Radio Taiwan International 















