History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Afghanistan

  • 24 August, 2021
Galeri
Afghanistan
Galeri
Afghanistan
Galeri
Afghanistan
Galeri
Afghanistan

Di tengah masih tidak stabilnya situasi di Afghanistan, badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan peringatan, bahwa tanpa adanya dana bantuan darurat, maka kawasan Afghanistan akan menghadapi krisis pangan setelah bulan September mendatang.

Di samping itu, kondisi Bandara Kabul yang mendapat pengontrolan ketat, telah mempengaruhi kelancaran pengiriman logistik barang-barang medis, seperti fasilitas bedah, pasokan kotak P3K dan lain-lain.

Media The Guardian mewartakan, Organisasi Kesehatan Dunia WHO telah merilis pernyataan mereka pada tanggal 23 Agustus 2021, yang menyatakan bahwa logistik pengiriman bahan makanan dan keperluan lainnya di Bandara Kabul tersendat, setelah otoritas berwenang di Afghanistan melarang adanya penerbangan komersial.

Organisasi Program Pangan Dunia (WFP) menyampaikan, pihaknya saat ini telah mengupayakan pengiriman makanan ke kawasan Afghanistan melalui 4 rute berbeda, tetapi dicemaskan pasokan tersebut akan habis pada bulan September mendatang.

Wakil Ketua WFP - Andrew Patterson mengatakan, saat ini pasokan makanan diangkut melalui beberapa jalur kemanusiaan di area perbatasan, yang mana 50% nya dikirim dari Uzbekistan, serta lainnya melalui jalur Pakistan dan Turkmenistan.

Sebentar lagi, Afghanistan akan memasuki musim dingin, sebagian besar jalan-jalan di Afghanistan akan tertutup salju tebal. Pasokan makanan yang tersimpan saat ini berkisar 20.000 ton dan 7.000 ton lainnya masih berada di perjalanan.

Namun demikian, warga Afghanistan masih membutuhkan sekitar 54.000 ton pasokan makanan, untuk melewati tahun ini. Jika pasokan tersebut tidak tercukupi, maka dicemaskan akan timbul gelombang krisis pangan di Afghanistan. (Sumber Foto: TVBS News)

 

Penyiar

Komentar