(Taiwan, ROC) --- Jumlah kasus penularan baru COVID-19 di dalam negeri kian melambat. Total kasus baru penularan domestik yang dilaporkan pada tanggal 5 Agustus 2021 kemarin hanya berjumlah 6 kasus. Ini merupakan yang terendah, semenjak COVID-19 meledak di Taiwan pada akhir bulan Mei lalu.
Komandan Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC), Chen Shih-chung (陳時中) mengatakan, pihaknya tidak akan melonggarkan kebijakan protokol kesehatan yang ada saat ini. Dibutuhkan waktu yang panjang untuk terus mengamati perkembangan COVID-19. Pengusaha yang bergerak di 8 sektor utama, juga masih mendapat pembatasan untuk kembali mengoperasikan usahanya.
Situasi penularan epidemi COVID-19 di dalam negeri terus melambat. Pada tanggal 5 Agustus 2021, CECC melaporkan 6 kasus baru untuk kategori penularan domestik. Ini adalah rekor terendah, semenjak kasus COVID-19 meledak pada akhir bulan Mei lalu.
Pihak luar menaruh perhatian besar terhadap keputusan untuk kembali melonggarkan beberapa kebijakan pengendalian pandemi, setelah tanggal 9 Agustus 2021. Chen Shih-chung melanjutkan, semenjak pekan lalu hingga hari ini tidak ada peledakan kasus COVID-19 yang dilaporkan. Namun demikian, pihaknya masih akan terus mengamati untuk perkembangan selama beberapa minggu mendatang.
Setelah tanggal 9 Agustus 2021, tingkat kewaspadaan nasional akan tetap berada di level dua. Pihak CECC juga akan kembali meninjau beberapa pelonggaran yang akan diberlakukan bagi sektor-sektor tertentu.
Chen Shih-chung mengatakan, “Jadi, setelah tanggal 9 Agustus 2021, kami akan tetap mewacanakan tingkat kewaspadaan nasional di level dua. Dengan persyaratan jika situasi pandemi tidak ada perubahan besar. (saat ini) Kami belum mewacanakan untuk menurunkan tingkat kewaspadaan hingga ke level satu.”
Salah satu area hiburan yang berada di Distrik Wanhua menjadi kawasan terdampak parah oleh penularan COVID-19 pada 2 bulan lalu. Karena karakteristiknya yang unik, mengakibatkan penyebaran COVID-19 berkembang ke kawasan lainnya.
Kini, Pemerintah Kota Taipei tengah mempelajari dan meninjau, guna kembali mengizinkan area hiburan di Wanhua dibuka kembali. Jika situasi penularan COVID-19 tetap stabil dalam beberapa pekan mendatang, maka pengusaha dipersilakan untuk mengajukan permohonan untuk kemudian disesuaikan dengan kebijakan pengendalian pandemi yang ditetapkan oleh CECC. Komandan CECC juga menyampaikan, untuk saat ini pihaknya tidak ada wacana untuk memperketat atau memperlonggar tingkat kewaspadaan nasional yang telah diberlakukan saat ini.
Chen Shih-chung mengatakan, “Barusan saya katakan, setelah tanggal 9 Agustus 2021, tidak ada persiapan untuk melonggarkan tingkat kewaspadaan. 8 sektor utama juga tidak masuk dalam wacana pelonggaran kami. Untuk pemerintah kota, merekalah yang lebih mengerti akan situasi dan kebudayaan setempat. Mungkin saja memiliki ide tertentu dan bisa diutarakan serta didiskusikan dengan kami.”
Tingkat cakupan vaksinasi untuk sektor lansia yang berada di panti jompo telah mencapai 90%. Pihak luar pun mempertanyakan akan kemungkinan untuk kembali diberlakukannya jadwal kunjungan. Komandan CECC menyampaikan, dalam kasus baru minggu belakangan, beberapa orang yang telah divaksinasi dikabarkan masih memiliki risiko tertular COVID-19. Oleh karena itu, CECC masih akan terus mengevaluasi dan tidak menutup kemungkinan untuk kembali memperbolehkan jam kunjungan di panti jompo.
Selain itu, pihak luar juga mempertanyakan kemungkinan dibukanya kembali pintu perbatasan bagi warga asing yang telah menerima 2 dosis vaksin. Chen Shih-chung menekankan, saat ini varian Delta masih mendominasi di beberapa negara dunia, bahkan Israel yang telah memiliki cakupan vaksinasi tinggi. Oleh karena itu, sistim pertahanan yang komprehensif menjadi sangat penting dalam menghalau penularan COVID-19.
Taiwan masih akan tetap memberlakukan kebijakan isoman 14 hari dengan 3 kali pemeriksaan PCR di pintu perbatasan negara.






