(Taiwan, ROC) --- Pasokan vaksin Moderna di dalam negeri diberitakan kian menipis. Pihak luar pun mempertanyakan akan kapan dosis vaksin Moderna berikutnya dapat tiba di Taiwan. Komandan CECC (Pusat Komando Epidemi Sentral) Chen Shih-chung menyampaikan, pihaknya tengah mewacanakan untuk memperpanjang waktu interval vaksinasi Moderna dosis kedua. Ia menambahkan, pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk memperpanjang waktu jeda setidaknya 12 minggu.
Terlalu lama menunggu untuk vaksinasi dosis kedua, apa dapat mempengaruhi daya perlindungan dari vaksin itu sendiri?
Pakar Penyakit Menular, Huang Li-min (黃立民) percaya, hingga hari ini tidak ada penelitian yang cukup untuk membenarkan asumsi di atas. Ia menambahkan, waktu jeda antar dosis pertama dengan dosis kedua seharusnya dibarengi dengan protokol kesehatan yang ketat, guna melindungi seseorang dari serangan COVID-19.
Penelitian terbaru di Inggris memperlihatkan, bahwa di masa mendatang bukan tidak mungkin akan muncul virus dengan efek penularan yang luar biasa, dan vaksin dicemaskan tidak akan efektif untuk menangkalnya.
Pakar Penyakit Menular, Huang Li-min mengatakan, “(waktu jeda) Moderna selama 12 minggu, apa yang akan terjadi? Kita hanya bisa berspekulasi berdasar teori akademis.”
Dokter Spesialis Anak, Lin Yung-zen (林應然) mengatakan, “Waktu jeda selama 12 minggu nampaknya akan baik-baik saja. Setelah menerima vaksinasi dosis pertama, konsentrasi antibodi Anda sebenarnya tidak terlalu tinggi. Di saat kita tengah menunggu vaksinasi dosis kedua, karena konsentrasi antibodi yang tidak terlampau tinggi, jadi masih ada kemungkinan terpapar.”
Jumlah pasokan vaksin Moderna di dalam negeri diberitakan berada di dalam kondisi kritis. Saat ini ada lebih dari 2,75 juta warga yang tengah menunggu untuk memperoleh dosis kedua vaksin Moderna. Belum lagi ditambah dengan jumlah warga yang masih menunggu untuk mendapatkan dosis pertama Moderna yang mencapai 4,1 juta orang.
Jadi total permintaan terhadap vaksin Moderna mencapai 6,86 juta. Angka ini tidak sebanding dengan sisa vaksin Moderna di Taiwan saat ini yang hanya berjumlah 648.000 dosis.
Upaya pemerintah dalam mencukupi permintaan vaksin dianggap menjadi langkah terampuh untuk menghalau virus COVID-19 saat ini. Di samping itu, protokol kesehatan yang ketat juga memainkan peran yang cukup krusial.







