(Taiwan, ROC) --- Komandan Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC), Chen Shih-chung menyampaikan bahwa para ahli telah sepakat untuk mengizinkan prosedur vaksinasi dosis pertama dan dosis kedua, dengan menggunakan merek yang berbeda.
CECC masih belum memberikan kepastian perihal kapan masyarakat dapat menerapkan kebijakan tersebut. Para ahli mengatakan, jika dosis vaksin BNT yang dibeli oleh Yongling dan TSMC dapat tiba di Taiwan pada akhir bulan September, maka 3,5 juta warga yang sudah menyuntikkan vaksin AstraZeneca pada dosis pertama memiliki kesempatan untuk menerima vaksinasi BNT pada dosis kedua.
Menilik data penelitian Universitas Oxford memperlihatkan, 2 dosis vaksin BNT memiliki efek perlindungan terbaik, kemudian diikuti vaksin AZ di dosis pertama dan vaksin BNT di dosis kedua.
Namun demikian, dosis vaksinasi dengan dua merek yang berbeda akan memiliki dampak efek samping yang lebih tinggi. Pakar menambahkan bahwa vaksinasi dengan dua merek yang berbeda layak dilakukan.
Bagi vaksinasi dengan merek yang sama, jika dosis kedua adalah AZ, maka kemungkinan terkena gejala demam akan berkisar 3%.
Jika dosis pertama AZ, kemudian dosis kedua BNT, maka kemungkinan terkena gejala demam akan meningkat menjadi 40%.







