History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Jumlah Kasus Baru COVID-19 di Taiwan Berada di Bawah 200, CECC: Situasi Penularan Mulai Terkontrol

  • 16 June, 2021
Kedai RTISI
Jumlah Kasus Baru COVID-19 di Taiwan Berada di Bawah 200, CECC: Situasi Penularan Mulai Terkontrol

(Taiwan, ROC) --- Situasi penularan COVID-19 di Taiwan nampaknya telah terkendali. Dalam konferensi pers yang digelar CECC, Komandan Chen Shih-chung (陳時中) merasa, kondisi penyebaran COVID-19 di dalam negeri perlahan menurun dan berkembang ke arah yang positif.

Apakah peringatan status waspada level ketiga di Taiwan akan dilonggarkan secara bertahap? Menjawab pertanyaan tersebut, Chen Shih-chung menjawab, pihaknya tidak mengesampingkan kemungkinan apa pun.

Dalam dua hari terakhir, jumlah kasus penularan domestik di Taiwan memperlihatkan tanda melambat, yakni kurang dari 200 kasus. Di samping itu, jumlah kematian yang dilaporkan pun kian menurun. Total kematian yang dilaporkan Selasa kemarin berjumlah 8 kasus, ini adalah angka terendah semenjak 20 hari belakangan.

Chen Shih-chung mengatakan, “Terlepas dari tanggal pemeriksaan atau tanggal ketika mulai sakit, tren saat ini memperlihatkan tendensi penurunan. Namun demikian, jumlah kasus dalam beberapa hari belakangan masih belum bisa dikonfirmasi. Meski demikian, secara keseluruhan memperlihatkan tendensi yang menurun. Namun, kita masih tidak boleh lengah, dan harus tetap memperhatikan keadaan yang ada.”

Para ahli percaya, status waspada level 3 di beberapa kawasan akan dilonggarkan setelah tanggal 28 Juni 2021 mendatang. Wilayah dengan tingkat pengontrolan yang baik, bukan tidak mungkin akan dibebaskan dari level 3.

Menanggapi pernyataan tersebut, Chen Shih-chung menyampaikan, CECC akan terus memantau dan menganalisis perkembangan COVID-19 yang ada. Sebelum merilis kebijakan pelonggaran status waspada level 3, pihaknya tentu akan memanggil para ahli untuk berdiskusi membahas segala kemungkinan.

Di samping itu, virus mutasi India telah meningkatkan kasus COVID-19 di beberapa negara dunia. Kawasan Benua Amerika dan Eropa juga telah memutuskan untuk menunda pembebasan lockdown di wilayah mereka. Apakah hal tersebut akan berdampak pada Taiwan?

Menanggapi kecemasan di atas, Juru Bicara CECC 莊人祥 menyampaikan, Taiwan telah mendeteksi 3 kasus impor yang disinyalir merupakan varian mutasi India. Hingga hari ini, kasus penularan lokal di Taiwan rata-rata disebabkan oleh virus mutasi Inggris dan tidak ada satu pun kasus penularan akibat virus mutasi India.

Menilik situasi penularan domestik yang ada saat ini dan tingkat cakupan vaksin di Taiwan yang terbilang rendah, apakah CECC akan memperketat kebijakannya bagi para pendatang dari luar negeri?

Chen Shih-chung menyampaikan, pihaknya akan tetap membahas segala kemungkinan dengan para ahli terlebih dahulu, sebelum membuat keputusan apa pun.

Chen Shih-chung mengatakan, “Perihal apakah setelah masa isolasi selesai, karantina mandiri atau isolasi mandiri selesai dilaksanakan. Apakah harus kembali dilakukan pemeriksaan. Hingga hari ini masih menjadi perdebatan para pakar dalam rapat internal kami. Saya rasa semua orang akan mengeluarkan bukti klinis yang relevan, kemudian diuji lebih lanjut. Tentunya kami akan menghormati seluruh pendapat anggota komite.”

Di samping itu, saat ini pihak luar tengah mempertanyakan jarak interval waktu antara vaksinasi AZ dosis pertama dengan dosis kedua. 莊人祥 menyampaikan, Kementerian Kesehatan Inggris telah membandingkan efek perlindungan dari vaksin AZ terhadap virus mutasi Inggris dan mutasi India. Vaksin AZ diberitakan memiliki efek perlindungan yang cukup, terlepas dari satu atau dua dosis yang sudah disuntikan.

Situasi penyebaran COVID-19 di Inggris belakangan ini diberitakan kembali memanas. Ahli menyampaikan, jika kondisi tersebut tidak dapat dikontrol hingga bulan Juli, maka dicemaskan virus akan menyebar sangat cepat.

Otoritas Inggris menyampaikan, pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk mempersingkat waktu jeda, guna mempercepat penyuntikan vaksin dosis kedua ke tengah masyarakat.

Di lain pihak, CECC akan terus membahas dan merevisi kebijakan penanggulangan pandemi yang ada, guna mengimbangi kecepatan virus menulari masyarakat.

 

Penyiar

Komentar