History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Situasi Penularan Domestik COVID-19 Taiwan Memanas, Pakar: Mayoritas Mereka Telah Tertular Sebelum Tanggal 15 Mei 2021

  • 19 May, 2021
Kedai RTISI
Situasi Penularan Domestik COVID-19 Taiwan Memanas, Pakar: Mayoritas Mereka Telah Tertular Sebelum Tanggal 15 Mei 2021

(Taiwan, ROC) --- Jumlah kasus positif COVID-19 di Taiwan meningkat dalam beberapa hari belakangan. Para pakar beranggapan, jika meningkatnya angka ini memiliki korelasi dengan kebijakan melakukan rapid test yang kini tengah digalakkan oleh beberapa pemerintah di daerah.

Para ahli memperingatkan, jika jumlah kasus positif yang sebenarnya mungkin saja lebih tinggi dari yang dilaporkan. Hal ini dikarenakan, masih banyak warga yang menantikan untuk diterapkan pemeriksaan rapid test.

Pakar menambahkan, jika seluruh pihak mematuhi peraturan pengendalian pandemi yang ditetapkan pemerintah, maka jumlah kasus positif diperkirakan akan mulai menurun dalam kurun 2 minggu mendatang. Dan tidak menutup kemungkinan, status waspada tingkat 3 di Kota Taipei dan New Taipei akan diturunkan pada 6 minggu mendatang.

Peneliti Academia Sinica, Ho Mei-shang (何美鄉) mengatakan, “Seluruh kasus yang terkonfirmasi dalam kurun 14 hari ini adalah kasus yang pecah pada tanggal 15 Mei, yakni sebelum kita meningkatkan status waspada. Dan yang terpenting adalah kapasitas pemeriksaan harus ditingkatkan, harus cepat ditingkatkan. Kasus baru yang bertambah setiap harinya dan dapat segera kami periksa. Dengan demikian, kita baru tahu fakta (penyebaran) yang terjadi sebenarnya.”

Jika menilik dari 14 warga yang memiliki gejala parah akibat terpapar COVID, rata-rata dari mereka diperkirakan akan menularkan ke 9 warga dengan gejala asimtomatik.

Virus COVID-19 ini menyebar sangat cepat, diduga telah menulari komunitas-komunitas di Taiwan. Dan untuk saat ini, baru ada beberapa klaster yang diduga memiliki benang merah dengan situasi penularan lokal COVID-19, misalnya LION Club atau Distrik Wanhua.

Peneliti Academia Sinica, Ho Mei-shang mengatakan, “Yang dimaksud dengan “super spreader”, yakni kerumunan orang-orang. Kemudian mereka mengobrol, bernyanyi bersama atau ada kontak fisik. Sama sekali tidak menjaga jarak sosial. Jika saja ada satu orang yang datang (bergabung), permasalahan “super spreader” tidak begitu penting lagi. Karena virus ini pasti akan lebih mudah menyebar.”

Ketua CCD, Wang Jen-hsien (王任賢) mengatakan, “Jika kebijakan peningkatan waspada ini berguna, maka jumlah kasus positif COVID-19 dalam kurun 2 minggu mendatang akan berkurang. Jika kita ingin kembali ke masa normal sebelumnya, harus 2 pekan + 2 Pekan + 2 pekan. Dengan total 6 pekan, kita baru dapat kembali ke masa normal sebelumnya.”

Kini seluruh warga di Taiwan diminta untuk benar-benar menerapkan protokol kesehatan. Masyarakat harus lebih patuh lagi menaati kebijakan pengendalian pandemi COVID-19 yang tengah digalakkan pemerintah. Kurangi aktivitas di luar ruangan dan untuk sementara hindari pertemuan yang melibatkan banyak orang, dianggap sebagai langkah ampuh memutus rantai penularan virus korona.

 

Penyiar

Komentar