Meski curah hujan di kawasan utara Taiwan meningkat belakangan ini, tetapi hal tersebut tidak serta-merta menyelesaikan persoalan paceklik air di beberapa kawasan Taiwan.
Ada 6 waduk yang terdapat di wilayah barat Taiwan, yang persediaan airnya kini berada di bawah 20%, masing-masing adalah Waduk No.2 Bao Shan (12,47%), Waduk Yong He Shan (11,84%), Waduk Ming De (10,64%), Waduk Li Yu Tan (15,11%), Waduk De Ji (10,91%) dan Waduk Zeng Wen (15,22%).
Pada tahun 2020, untuk pertama kalinya dalam kurun waktu 56 tahun, Taiwan tidak dilalui angin Taifun. Semenjak bulan Juni tahun lalu, curah hujan di daerah tangkapan air di beberapa waduk kawasan barat Taiwan, hanya berkisar 20% hingga 60%.
Meski angin monsun timur laut sempat mengguyur kawasan tengah dan utara Taiwan pada tanggal 6 Maret hingga 7 Maret kemarin, tetapi kapasitas persediaan air di beberapa waduk masih dalam kondisi kritis.
Status persediaan air untuk kawasan utara Taiwan sedikit lebih baik, masing-masing Waduk Fetsui (88,14%), Waduk Xin Shan (90,95%) dan Waduk Shi Men (49,13%).
Water Resources Agency (WRA) baru-baru ini menyampaikan, saat ini adalah masa untuk memulai penghematan air, guna menanggulangi krisis kekeringan.
Semenjak tanggal 3 Maret 2021, beberapa awasan di Hsinchu, Miaoli dan Taichung telah diberlakukan pembatasan penggunaan air. WRA mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, untuk menghemat penggunaan air dan mendukung program kebijakan pemerintah. (Sumber Foto: CNA News)
RTI Radio Taiwan International 











