Pihak militer Myanmr kembali mendakwa pemimpin Aung San Suu Kyi, yang mana mendatangkan kecaman dar pihak Amerika Serikat.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price menyampaikan, pihaknya sangat tidak nyaman mendengar kabar tersebut dan meminta agar militer Myanmar segera membebaskan para tahanan.
Di samping itu, AS juga berharap otoritas RRT mengutuk aksi kudeta tersebut.
Sebelumnya, Aung San Suu Kyi dituduh oleh militer Myanmar telah melanggar undang-undang ekspor impor nasional karena secara ilegal memiliki radio walkie-talkie.
Pada tanggal 16 Februari 2021, media The Associated Press mewartakan bahwa Aung San Suu Kyi kembali didakwa dengan tuduhan baru, yakni telah melanggar Undang-Undang Nasional Penanggulangan Bencana Alam. (Sumber Foto: CNA News)
RTI Radio Taiwan International 










