Penularan mutasi virus COVID-19 di Inggris memasuki babak baru. Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson mengumumkan untuk kembali memberlakukan lockdown di kawasan Inggris.
Seluruh institusi pendidikan/sekolah-sekolah diminta untuk menghentikan proses belajar-mengajar tatap muka, dan digantikan dengan belajar online hingga pertengahan bulan Februari mendatang.
Dalam sebuah pidato di televisi, PM Boris Johnson melanjutkan, situasi terkini dari penularan varian baru COVID-19 di Inggris memasuki tahap memprihatinkan.
Para ilmuwan setempat percaya, tingkat infeksi yang dibawa oleh mutasi virus tersebut mencapai 50% hingga 70%. Institusi medis kesehatan setempat juga tengah menghadapi tekanan terbesar semenjak wabah virus korona berlangsung pada awal tahun 2020 lalu. (Sumber Foto: CNA News)
RTI Radio Taiwan International 










