History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Lawatan Mike Pompeo ke Empat Negara di Benua Asia, Implementasi Kebijakan Anti-Tiongkok yang Didengungkan Donald Trump

  • 30 October, 2020
Kedai RTISI
Lawatan Mike Pompeo ke Empat Negara di Benua Asia, Implementasi Kebijakan Anti-Tiongkok yang Didengungkan Donald Trump

(Taiwan, ROC) --- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo melakukan kunjungan ke empat negara di Asia pada tanggal 26 Oktober silam; meliputi India, Sri Lanka, Maladewa dan Indonesia.

Tokoh politik yang selama ini keras menentang RRT (Republik Rakyat Tiongkok) tersebut, berharap dapat segera membentuk aliansi dengan negara-negara terkait, guna menghadapi Negeri Tirai Bambu.

Mike Pompeo selama ini gencar mempromosikan strategi Indo-Pasifik yang digadang-gadangkan oleh pemerintahan Donald Trump. Dirinya juga menjadi orang nomor satu di Partai Republik, yang kerap kali melontarkan kritikan terhadap otoritas RRT.

Faktanya, strategi Asia-Pasifik yang dicanangkan di era Donald Trump sangat berseberangan dengan kebijakan “Kembali ke Asia” yang dipromosikan Barack Obama.

Lawatan Mike Pompeo ke empat negara tersebut mendatangkan perhatian dari dunia luar, apalagi Amerika Serikat akan menggelar pemilu pada tanggal 3 November mendatang.

Tidak sedikit argumen bermunculan, mengomentari pesan politik yang disampaikan oleh lelaki berusia 56 tahun tersebut.

Mike Pompeo di pemberhentian pertamanya di India pada tanggal 26 Oktober 2020. Dirinya pun menggelar dialog strategis dengan kementerian setempat, guna membahas isu diplomasi dan pertahanan.

Sebelum dialog digelar, kedua negara menandatangani perjanjian keamanan BECA “Basic Geospatial Exchange and Cooperation Agreement", yang memungkinan Amerika Serikat berbagi data navigasi kepada India, guna membantu otoritas setempat mengawasi datangnya ancaman di kawasan perbatasan RRT dan Pakistan.

India merupakan kawasan penting bagi Amerika Serikat, mengingat posisinya yang berada di pusat Samudera Hindia.

Selama Donald Trump menjabat posisi presiden, kedua negara terus menggelar pertukaran di sektor militer. Mengingat otoritas Beijing kian memperkuat pengaruhnya di wilayah perbatasan RRT-India.

Mike Pompeo sekali lagi menghardik RRT, yang dinilai telah melancarkan ancaman di perairan Indo-Pasifik dan dicemaskan dapat mengancam perdamaian serta kemakmuran di kawasan regional.

Mike Pompeo mengatakan, “Pimpinan dan masyarakat kami semakin sadar jika Partai Komunis RRT bukanlah mitra demokrasi, supremasi hukum, transparansi dan kebebasan bernavigasi. Apalagi ini menjadi fondasi bagi kemakmuran kawasan Indo-Pasifik. Dengan senang saya sampaikan, bahwa Amerika Serikat dan India telah mengambil langkah-langkah untuk memperkuat kerja sama kami, guna melawan segala bentuk ancaman.”

Faktanya, kunjungan Mike Pompeo ke kawasan Asia kian meningkat seiring dengan datangnya pemilu AS. Selain empat negara di atas, Mike Pompeo juga sempat melawat Tokyo, guna menggelar diskusi pertahanan dengan Menteri Luar Negeri Jepang, Australia dan India.

Tema yang diusung dalam dialog tersebut adalah "Samudera Hindia-Pasifik yang Bebas dan Terbuka". Di samping itu, otoritas Negeri Paman Sam juga berupaya untuk terus mempromosikan pembentukan aliansi melawan RRT.

Semenjak Donald Trump menjabat, pertentangan terhadap otoritas Tiongkok nyaring terdengar. Hal ini jauh berbeda dengan “Strategi Asia Pasifik” yang digalakkan selama pemerintahan Barack Obama.

Semenjak Barack Obama memegang tampuk pemerintahan, fokus AS berubah dari kawasan Eropa atau Timur Tengah ke wilayah Asia-Pasifik, yang tengah mengalami kemajuan pesat.

Obama pun mendorong dibentuknya Kemitraan Trans-Pasifik, guna mempromosikan perdagangan bebas sebagai benteng pertahanan menghadapi ambisi Beijing.

Konsep perdagangan bebas dinilai Donald Trump sebagai aksi pencurian terhadap peluang pekerjaan bangsa Amerika. Tidak lama setelah menjabat, dirinya pun segera menandatangani kebijakan eksekutif yang memerintahkan untuk menarik diri dari perjanjian tersebut.

Dengan lantang Donald Trump mengkritik perjanjian tersebut sebagai aksi yang membahayakan sektor industri manufaktur Amerika Serikat. Dirinya pun segera merilis slogan “America First”, sebagai semangat utama dalam pemerintahannya.

Selaku pendukung pemerintahan Donald Trump, Mike Pompeo sempat menyampaikan pidato yang secara langsung menghardik otoritas Beijing pada akhir bulan Juli silam.

Pidato menentang Tiongkok tersebut dianggap sebagai pintu masuk menyambut datangnya era Perang Dingin baru.

Mike Pompeo mengatakan, “AS tidak mungkin lagi mengabaikan perbedaan fundamental, politik dan ideologis antar kedua negara. Sebagaimana halnya dengan Partai Komunis Tiongkok yang tidak pernah mengabaikan mereka. Jika kebebasan dunia tidak berubah dan tidak bersedia untuk berubah. Partai Komunis Tiongkok pasti akan mengubah kita.”

Mike Pompeo yang memiliki latar belakang intelijen ini, merupakan sosok yang setiap kepada Donald Trump. Posisi yang diembannya kini disinyalir merupakan hadiah dari otoritas Donald Trump.

Meski telah berulang kali memperlihatkan ketegasannya menentang Tiongkok, tetapi dunia luar masih meragukan kemampuan diplomatiknya.

Di tengah kian dekatnya pemilu AS, kunjungan Mike Pompeo keempat negara di Benua Asia memiliki niat tertentu. Selain memperkuat hubungan pertukaran, lawatan Mike Pompeo memberi sinyal kepada warga AS, bahwa Partai Republik merupakan jawaban yang tepat untuk melawan Tiongkok.

Terlepas dari siapa yang memenangkan pemilu kali ini, kebijakan menentang Tiongkok yang dimiliki AS telah mengakar dan sulit untuk kembali ke kondisi semula.

 

Penyiar

Komentar