Dalam pertemuan pers yang digelar pada tanggal 28 Oktober 2020, Kementerian Sains dan Teknologi (MOST) mengumumkan inovasi "quick screening" terbaru, guna mendeteksi gejala penyakit stroke.
Ini juga menjadi alat pemeriksa pertama di dunia yang dapat mendeteksi apakah seseorang memiliki gejala stroke.
Dengan mesin ini, para pengguna hanya perlu mengambil video yang merekam bagian leher selama 30 detik. Nantinya video tersebut akan dikirim ke sistem komputasi awan untuk dianalisa.
Hanya dalam kurun waktu 3 hingga 5 menit, hasil laporan dapat diterima oleh sang pengguna. (Sumber Foto: CNA News)
RTI Radio Taiwan International 












