Pada tanggal 20 Agustus 2020, Pengadilan Tinggi Taiwan membebaskan terdakwa yang menjadi tersangka atas pembunuhan ibu kandungnya. Keputusan tersebut sontak saja mendatangkan reaksi dan kritikan keras dari masyarakat di Taiwan.
Pria dengan marga Liang (梁姓) memenggal dan membuang kepala ibu kandungnya ke lantai 1 dari kediamannya yang terletak di lantai 12. Liang yang yang bermukim di Taoyuan ini, sebelumnya sempat dijatuhi hukuman kurungan seumur hidup pada sidang pertamanya.
Setelah pihak tersangka mengajukan banding, sidang kedua pun digelar oleh Pengadilan Tingkat Tinggi Taiwan. Sidang kedua ini dipimpin oleh Hakim Ketua Chen Xiao-pei (陳筱珮), Hakim Chen Yu-yun (陳玉雲) dan Hakim Luo Yu-ting (羅郁婷).
Menilik indentifikasi dari 2 instansi rumah sakit, pria dengan marga Liang tersebut dinilai menderita penyakit mental akut akibat mengonsumsi obat-obatan terlarang. Saat melancarkan aksinya, Liang disinyalir kehilangan kemampuan untuk mengontrol nalar dan akal sehatnya.
Dan sesuai dengan Pasal 19 Ayat 1 Hukum Pidana, Liang akhirnya dinyatakan tidak bersalah.
Sebelumnya, Hakim Ketua Chen Xiao-pei pernah mengadili kasus mutilasi Huashan dan membebaskan hukuman mati bagi sang pelaku. Keputusan di kala tersebut juga sempat menggegerkan dan mengejutkan banyak pihak di Taiwan. (Sumber Foto: CNA News)
RTI Radio Taiwan International 










