History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Libanon

  • 11 August, 2020
Galeri
Libanon

Peristiwa ledakan di Ibukota Beirut yang terjadi pada pekan lalu, telah membangkitkan ketidakpuasaan publik terhadap kepemimpinan pemerintah setempat. Perdana Menteri Libanon, Hassan Diab, juga telah mengumumkan pengunduran dirinya dari jajaran kabinet.

Media CNN mewartakan, dalam pidato yang disampaikan pada hari Senin kemarin, Hassan Diab menyampaikan, penyimpanan ammonium nitrat yang sangat eksplosif di gudang pelabuhan Beirut tersebut telah berlangsung selama hampir tujuh tahun. Dirinya tidak memungkiri, bahwa aksi tersebut merupakan bagian dari tindak korupsi otoritas setempat.

Hassan Diab berkata, “Hari ini kami mengikuti kehendak masyarakat dan meminta pertanggungjawaban mereka atas bencana ini. Bencana ini telah bersembunyi selama 7 tahun lamanya dan rakyat menginginkan perubahan yang nyata.”

Setelah insiden memilukan tersebut terjadi, warga di Libanon berbondong-bondong turun ke jalan dan menuntut pemerintah untuk mundur.

Pada tanggal 10 Agustus 2020 (waktu setempat), Perdana Menteri Hassan Diab memutuskan untuk mundur dari jajaran kabinet dan menjawab dirinya bersedia untuk menghadapi seluruh proses penyidikan. (Sumber Foto: CNA News)

 

Penyiar

Komentar