xBeberapa perahu kayu bobrok tidak berpenghuni diberitakan telah mengambang di atas perairan Jepang selama beberapa bulan. Di dalam kapal tersebut ditemukan tulang-tulang manusia, yang awalnya diperkirakan milik nelayan Korea Utara yang tewas kelaparan.
Pada tahun 2019, ditemukan ada sekitar 165 kapal nahas yang hanyut dan akhirnya terdampar di lepas pantai Jepang. Angka tersebut diberitakan meningkat satu kali lipat jika dibandingkan dengan tahun 2018 silam.
Fenomena mengerikan ini telah terjadi selama bertahun-tahun. Awalnya beberapa spekulasi muncul ke permukaan. Mereka berpikir jika faktor perubahan iklim telah membuat kapal tersebut harus terperangkap di tengah laut.
Beberapa studi dikerahkan untuk mencari penyebab kapal-kapal tersebut karam di tengah perairan.
Satelit National Broadcasting Corporation (NBC) milik Amerika Serikat baru-baru ini merilis laporan terbaru mereka. Berdasarkan pemantauan dari satelit, para peneliti kembali menemukan spekulasi terbaru.
Para peneliti menjelaskan bahwa kapal-kapal berkemungkinan melayar dari wilayah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk menangkap ikan secara ilegal di perairan Korea Utara.
Kapal-kapal tersebut dinilai tidak saja telah mengganggu operasional perikanan Korea Utara, tetapi juga telah membuat jumlah populasi cumi-cumi di kawasan ini harus merosot sebanyak 70%.
Hukum internasional juga telah melarang segala bentuk kegiatan pelayaran ilegal di perairan Korea Utara; meliputi menangkap dan memperjualbelikan hasil tangkap secara tidak resmi. (Sumber Foto: CNA News)
RTI Radio Taiwan International 












