Puluhan warga California diberitakan beramai-ramai keluar rumah dan berjemur di kawasan pantai pada akhir pekan lalu. Tindakan para warga tersebut, tentu sangat bertentangan dengan imbauan pemerintah setempat yang menganjurkan untuk tetap berada di dalam rumah di saat pandemi COVID-19 masih melanda. Di samping itu, beberapa aksi protes juga terjadi di California, dan telah ada tiga orang di Santiago yang ditangkap petugas.
Gubernur California, Gavin Newsom, telah mengeluarkan perintah untuk tetap berada di dalam rumah pada tanggal 19 Maret 2020 silam. Negara bagian California yang dihuni oleh penduduk sebanyak 40 juta orang tersebut, harus mengikuti imbauan lockdown yang hingga hari ini telah genap 39 hari. Di bawah imbauan tersebut, beberapa fasilitas umum pun tidak beroperasi; seperti sekolah, pusat perbelanjaan, bioskop dan lain-lain. Masyarakat masih diizinkan untuk keluar membeli barang keperluan sehari-hari dan berolahraga sambil tetap menjaga jarak.
Namun, gelombang hawa panas pertama yang mencapai 30C datang pada akhir pekan kemarin, membuat puluhan ribu warga memutuskan keluar untuk berjemur. Tindakan khalayak setempat tersebut pun sangat disayangkan oleh banyak pihak, yang dinilai dapat menjadi celah penyebaran epidemi virus Corona yang hingga hari ini masih melanda. (Sumber Foto: CNA News)
RTI Radio Taiwan International 










