Di tengah kecamuk COVID-19 yang melanda dunia, penggunaan perangkat lunak video-conference meningkat drastis, salah satunya adalah ZOOM. Namun sayangnya, jaringan keamanan dari perusahaan yang berpusat di California tersebut mendatangkan keraguan dari banyak pihak. Di samping itu, ZOOM pun telah menerapkan beberapa langkah untuk meredam kekecewaan masyarakat luas.
CEO ZOOM, Eric Yuan menyampaikan, pihaknya telah mencanangkan langkah untuk menyelesaikan beberapa permasalahan, meliputi peretasan data pribadi dan gangguan "ZOOMBOMBING" di tengah jalannya konferensi video para pengguna.
Menurut keterangan dari Eric Yuan, jumlah pengguna ZOOM di seluruh dunia telah meningkat drastis, dari 10 juta pada akhir tahun lalu menjadi 200 juta pada bulan Maret 2020. (Sumber Foto: CNA News)
RTI Radio Taiwan International 











