(Taiwan, ROC) --- Akibat kecamuk pandemi COVID-19, instansi rumah sakit di banyak negara dikabarkan penuh sesak dengan para pasien yang menunggu kejelasan akan penyakit yang diderita mereka. Peran yang diemban oleh staf medis garda terdepan menjadi kian berat, tidak sedikit dari mereka yang harus kewalahan menghadapi kondisi saat ini. Namun demikian, salah satu rumah sakit di Chennai India, baru-baru ini menguji coba robot yang dapat menopang aktivitas para tim medis, misalnya menyediakan obat-obatan atau makanan bagi pasien COVID-19. Menteri Kesehatan setempat menyampaikan, menggunakan teknologi robot dapat mengurangi risiko tim medis terinfeksi virus korona. Selain itu, robot juga memungkinkan tim dokter mendiagnosis para pasien yang berada di lingkungan terpencil.
Tidak hanya di India, salah satu rumah sakit di Lombardy, Italia pun mulai menerapkan inovasi serupa. Rumah sakit The Circolo Hospital di Varese, semenjak pekan lalu juga mulai menggunakan bantuan robot untuk menyelesaikan sebagian pekerjaan para suster dan dokter. Jumlah kasus warga yang positif terinfeksi COVID-19 di Lombardy telah melampaui angka 50.000, membuat kawasan tersebut kewalahan dalam menangani setiap keluhan pasien. Salah seorang direktur instalasi gawat darurat rumah sakit, yakni Francesco Dentali menyampaikan bahwa inovasi robot dalam dunia medis dapat membantu mengurangi beban tim medis dan menekan kemungkinan mereka terinfeksi virus korona.
Francesco Dentali mengatakan, “Robot merupakan asisten yang tidak kenal lelah dan tidak akan terinfeksi serta tidak akan jatuh sakit. Dokter dan suster telah kewalahan menghadapi pukulan virus. Fakta bahwa robot tidak akan terinfeksi adalah benar adanya. Ini merupakan pencapaian yang besar.”
Menurut data statistik yang dihimpun oleh Johns Hopkins Coronavirus Resource Center, jumlah dokter di Italia yang harus meninggal dunia akibat tertular virus korona telah melampaui angka 60 orang. Hingga hari ini, belum ada kejelasan kapan wabah ini akan mulai mereda. Sehingga pemanfaatan inovasi robot dianggap menjadi salah satu langkah pemecahan, guna memperlambat angka penularan virus korona. Selain dapat mengurangi beban tim medis, robot juga dapat mengurangi risiko para staf yang berada di garda terdepan tertular oleh COVID-19. Meski inovasi robot belum sepenuhnya dapat menggantikan fungsi dari dokter, tetapi setidaknya hal ini dapat memberikan kontribusi besar bagi krisis yang terjadi saat ini.






