(Taiwan, ROC) --- Sebuah pabrik yang memproduksi kacamata pelindung (safety goggle) di Tainan mengaku bahwa pesanan mereka meningkat akhir-akhir ini. Dalam satu bulan, mereka harus memproduksi 1 juta kacamata pelindung, yang dipesan oleh negara-negara besar di dunia, meliputi Amerika Serikat, Republik Rakyat Tiongkok dan Uni Eropa. Namun demikian, pemerintah Taiwan meminta para pengusaha untuk menempatkan karyawan mereka di tempat yang berbeda saat bekerja. Menanggapi anjuran tersebut, para pengusaha pun mengeluh bahwa hal tersebut tidaklah mudah direalisasikan oleh sektor industri Taiwan. Mereka pun memaksimalkan keadaan dengan memberi jarak antara 1 karyawan dengan karyawan lainnya.
Di saat wabah epidemi COVID-19 melanda, kacamata pelindung menjadi media yang penting untuk menekan risiko tertular virus tersebut. Selain masker mulut, produk kacamata pelindung Taiwan menjadi barang yang paling dicari oleh dunia internasional. Pesanan akan produk ini pun meningkat tajam. Di satu sisi, pengusaha Taiwan pun sibuk memproduksi kacamata tersebut.
Volume pesanan yang diterima oleh pabrik kacamata pelindung di Tainan ini telah meningkat 1 kali lipat. Kesibukan mempercepat proses produksi pun telah berlangsung semenjak masa Tahun Baru Imlek berlangsung.
Pemilik Pabrik Kacamata Pelindung (safety goggles), Zhou Wen-xiong (周文雄) mengatakan, “Akhir bulan Februari hingga awal bulan Maret, AS, Jepang dan Benua Eropa. Mereka pun mulai memesan, kira-kira meningkat 1 kali lipat.”
Pemerintah Taiwan pun kini meminta para karywana untuk bekerja secara terpisah. Permintaan ini mendatangkan keluhan dari pengusaha Taiwan
Zhou Wen-xiong mengatakan, “Pusat produksi berada di sana. Jadi sangat terbatas.Di sektor industri tradisional, terutama para karyawannya sudah bekerja sangat lama. Kemauan mereka untuk berganti tempat menjadi kecil.”
Pemilik pabrik menyampaikan, pihak mereka ada menerapkan langkah pencegahan epidemi dengan baik. Mereka juga menetapkan jarak antar pekerja sepanjang 1.5 meter.






