Sebuah laporan merilis, bahwa aktivitas manusia yang cenderung merusak habitat alam akan memaksa hewan liar menyebarkan penyakit ke manusia itu sendiri. Pandemi global menyerupai COVID-19 yang hingga hari ini belum menemukan kejelasannya tersebut, diramalkan akan menjadi kian umum terjadi dalam kehidupan manusia.
Media asal Prancis, AFP mewartakan, gaya hidup manusia saat ini yang mengedepankan pertanian mekanis, mempromosikan kultur perkotaan (urbanisasi) atau bahkan memburu secara ilegal, ternyata telah menghilangkan sumber keanekaragaman hayati. Dalam beberapa dekade terakhir, sebagian besar populasi hewan liar kian berkurang atau bahkan musnah, sedangkan jumlah ternak peliharaan meningkat drastis.
Para peneliti di Amerika Serikat memeriksa lebih dari 140 virus yang diketahui ditularkan oleh hewan ke manusia, kemudian membandingkannya dengan Daftar Merah IUCN yang dirilis pada tahun 1964 silam.
Mereka menemukan bahwa 75% patogen yang dapat menyerang manusia dan hewan, berasal dari hewan primata, hewan proses domestikasi (proses pengadopsian tumbuhan dan hewan dari kehidupan liar ke dalam lingkungan kehidupan sehari-hari manusia), hewan kelelawar dan tikus.
Mereka juga menemukan kecenderungan dari spesies hewan yang terancam akibat konsumsi yang berlebihan atau bahkan hampir punah, dapat meningkatkan risiko penularan virus ke tubuh manusia. (Sumber Foto: CNA News)
RTI Radio Taiwan International 











