History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Filipina

  • 07 April, 2020
Galeri
Filipina
Galeri
Filipina

Penularan virus korona ke berbagai penjuru dunia berlangsung sangat cepat, tidak sedikit negara-negara harus mengeluarkan larangan keluar rumah bagi warga mereka. Datangnya pandemi COVID-19 tidak hanya telah mengubah tatanan hidup manusia, tetapi juga telah berdampak pada pergerakan lingkungan alam. Salah satunya adalah fenomena ribuan ubur-ubur merah muda yang berada di permukaan perairan Pulau Palawan, Filipina.

Media Daily Mail mewartakan, Pulau Palawan merupakan kawasan resor yang terkenal di Filipina. Kawasan yang biasanya ramai tersebut, kini harus sepi dari pengunjung, dikarenakan wabah COVID-19. Fenomena alam menakjubkan tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang Ahli Biologi Universitas Griffitin Australia, yakni Sheldon Rey Boco.

Sheldon menjelaskan, ubur-ubur dengan nama Crambione mastigophore ini biasanya akan terlihat pada akhir bulan Januari hingga Februari. Namun karena kondisi angin dan arus di perairan sekitar, membuat ubur-ubur ini terlambat mengambang di Pulau Palawan.

Melihat fenomena tersebut, Ahli Biologi Ryan Baring menjelaskan, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Palawan setiap tahunnya terlampau besar, mengakibatkan ubur-ubur tersebut terpaksa bersembunyi di dasar laut. Dikarenakan sepinya pengunjung saat ini, membuat perairan setempat menjadi lebih jernih. Tidak adanya pergerakan manusia di kawasan pantai tersebut, membuat ubur-ubur merasa tidak terancam dan mulai berani untuk berenang bebas hingga ke permukaan air. (Sumber Foto: Google)

 

Penyiar

Komentar