(Taiwan, ROC) --- Di tengah memanasnya wabah epidemi saat ini, upaya merevitalisasi perekonomian di Taiwan pun akan ditingkatkan. Untuk para pengemudi taksi dan bus pariwisata yang terdampak COVID-19, akan diberikan subsidi sebesar NT$ 10.000 per bulan untuk 1 orang. Diperkirakan, akan ada sekitar 100.000 orang yang akan memperoleh manfaat subsidi kali ini. Pemerintah Taiwan diperkirakan akan menggelontorkan dana sebesar NT$ 3,45 miliar, untuk meluncurkan dana revitalisasi tersebut.
Wabah epidemi virus korona melanda industri pariwisata di Taiwan. Banyak dari pengemudi bus pariwisata terpaksa harus berhenti bekerja, seiring dengan meningkatnya jumlah warga yang positif terinfeksi COVID-19. Pemerintah Taiwan pun mencanangkan berbagai program subsidi untuk merevitalisasi sektor perindustrian tersebut.
Juru Bicara Istana Kepresidenan, Tin Yun-kung (丁允恭) mengatakan, “Pertemuan keuangan tingkat tinggi yang dihadiri oleh Presiden sebelumnya, Beliau ada menginstruksikan kepada pihak Yuan Eksekutif dan setiap instansi untuk menggelar musyawarah, guna merevitalisasi sektor industri yang terdampak.”
Untuk sektor pengemudi taksi dan bus pariwisata, diharapkan dapat menerima subsidi relevan yang telah tertera dalam peraturan pemberian kompensasi sebelumnya. Masing-masing orang diperkirakan dapat memperoleh bantuan dana sebesar NT$ 10.000 per bulannya, maksimal 3 bulan. Pemerintah Taiwan telah mempersiapkan NT$ 3,45 miliar total dana, untuk membantu lebih dari 100.000 pekerja sopir taksi dan bus pariwisata. Diperkirakan program subsidi dapat mulai berjalan pada pertengahan bulan April mendatang.
Menteri Perhubungan Taiwan (MOST) Lin Chia-lung (林佳龍) mengatakan, “Dan pastinya, kami akan fokus kepada pihak yang memiliki sertifikat mengemudi (sopir), kami akan berikan subsidi bagi mereka yang memenuhi kriteria. Ini akan meliputi dealer dan armada mobil bersangkutan.”
Pemberian subsidi oleh pemerintah diharapkan dapat menyelamatkan sektor industri yang terdampak COVID-19.






