(Taiwan, ROC) --- Di tengah merebaknya wabah epidemi COVID-19 ke berbagai belahan di dunia, beberapa pihak pun mulai mempertanyakan kemungkinan dilanjutkannya perhelatan Olimpiade Tokyo 2020 mendatang. Mengingat saat ini, jumlah warga yang terkonfirmasi positif wabah COVID-19 di Jepang telah mencapai angka 1000 kasus. Perwakilan Olimpiade untuk Jepang menyampaikan, menilik kontrak yang telah disetujui sebelumnya, pelaksanaan pesta olahraga tersebut seharusnya akan berlangsung di tahun 2020. Ia pun tidak menutup kemungkinan akan wacana pengunduran Olimpiade pada akhir tahun 2020. Menanggapi hal tersebut, juru bicara Komite Olimpiade Internasional (IOC), Mark Adams menyampaikan bahwa pelaksanaan Olimpiade Tokyo 2020 akan berlangsung sesuai jadwal.
Mark Adams mengatakan, "Anda dapat membuat spekulasi apa pun. Dan saya ingin memberikan kabar baik, tetapi kenyataannya adalah kami telah berdasar atas bukti yang dikumpulkan oleh unit bersangkutan. Kami tidak mempunyai alasan untuk tidak memulai kompetisi pada tanggal 24 Juli mendatang".
Di saat yang sama, IOC juga mengeluarkan pernyataan untuk membentuk kelompok kerja sama dengan pemerintah Jepang dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), untuk memerangi epidemi COVID-19.
Terlepas dari keputusan IOC tersebut, jumlah warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Jepang terus mengalami peningkatan. Hingga hari ini, Jepang telah mencatat lebih dari 1000 kasus, yang mana angka ini juga termasuk dengan penumpang di kapal pesiar Diamond Princess. Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe menyampaikan akan segera merevisi undang-undang setempat untuk mempersiapkan langkah penanggulangan darurat. Di lain pihak, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengemukakan akan terus memperhatikan kondisi di Jepang, guna menerapkan prosedur pengontrolan imigrasi warga Amerika Serikat yang hendak berkunjung ke Jepang.
Faktanya, semenjak tahun 2013, Jepang telah mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk memenangkan tiket tuan rumah Olimpiade 2020. Anggaran demi anggaran terus digenjot guna mempersiapkan berbagai keperluan; misal pembangunan stadion olahraga yang harus menghabiskan dana sekitar ¥ 150 miliar (atau sekitar NT$ 43,2 miliar). Dengan menjadi tuan rumah, Jepang juga berharap dapat meningkatkan status dan pamor negara mereka. Jika menilik dari daftar anggaran Olimpiade Tokyo yang diumumkan pada bulan Desember silam, dana yang telah dipersiapkan Jepang telah mencapai ¥ 1,35 triliun (atau sekitar US$ 12,5 miliar). Jika perhelatan Olimpiade dibatalkan, maka ditakutkan dapat memukul berat perekonomian Negeri Matahari Terbit tersebut.







