History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Wisata Air di Tengah Gurun Pasir Irak

  • 24 May, 2019
Kedai RTISI
Wisata Air di Tengah Gurun Pasir Irak

(Taiwan, ROC) --- Sebagian besar kondisi geografis di kawasan timur tengah ditutupi gurun pasir yang luas. Sebuah wisata alam dengan perahu  membentang di tengah tandusnya gurun pasir. Paket wisata perjalanan ekosistem alam, kini tengah popular di lahan basah Mesopotamia.

Lahan basah ini terletak di antara 2 sungai yang disebut-sebut sebagai Garden of Eden. Tempat ini juga memiliki sejarah ekologi yang panjang dan penting. Pada tahun 2016, kawasan ini menjadi bagian dalam Situs Warisan Dunia UNESCO. Paket wisata perahu ini dikenakan tarif sebesar US$ 25 per harinya, dirasa dapat memberikan suasana berbeda bagi kawasan setempat.

Salah satu warga mengatakan, “Dari dulu saya bermimpin untuk mendatangi lahan basah ini. Sewaktu kecil, saya banyak mendengar cerita tentang tempat ini. Area ini terlihat sangat diberkati, pemandangannya menakjubkan dan menarik. Hanya satu yang kurang, yaitu perhatian dari pemerintah”.

Pendapat ini memang benar adanya. Semenjak tentara ISIS masuk ke Irak pada tahun 2014, pemerintah setempat telah menghabiskan sebagian anggaran untuk melawan pasukan ISIS. Namun, ketika pemerintah Irak mengumumkan sudah berhasil menaklukkan ISIS, anggaran setempat perlahan-lahan dikembangkan di sektor perencanaan infrastruktur. Hal ini membuat sebagian masyarakat berharap bahwa pemerintah dapat lebih memperhatikan sektor wisata lahan basah Irak.

Tetapi, beberapa pakar perlindungan lingkungan setempat memiliki pendapat yang berbeda.

Pakar perlindungan lingkungan mengatakan, “Lahan basah Irak merupakan jalur penting, guna menuju ekonomi yang berkelanjutan. Kegiatan di sini lebih memiliki prospek menjanjikan, dibandingkan dengan industri hidrokarbon dan minyak. Namun, yang ingin saya katakan adalah sektor wisata memiliki sisi kelebihan dan kekurangan. Lahan basah Irak kaya akan keanekaragaman hayati. Ada banyak hewan langka; meliputi burung, reptil dan mamalia. Oleh karena itu, kawasan ini masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO. Tetapi polusi suara yang dibawa oleh para pelancong, sedikit banyak dapat mempengaruhi kekayaan alam ini.”

Faktanya, pengelolaan lahan basah ini sudah memiliki banyak tantangan, baik di masa lalu maupun saat ini. Misal peristiwa pengeringan yang dilakukan oleh Penguasa Saddam Hussein pada 30 tahun lalu, guna untuk membalas serangan dari pemberontak di kawasan selatan. Saat ini, kawasan ini juga rentan dengan musim kering yang berkepanjangan, serta pembangunan bendungan oleh Turki dan Iran yang menutup akses air di hulu sungai. Pemerintah tentu memiliki pekerjaan rumah yang panjang, guna untuk menjaga kelangsungan ekosistem wilayah setempat.

Penyiar

Komentar