(Taiwan, ROC) --- Pameran dengan tajuk “2019 Taiwan Indigenous Tourism Festival” akan berlangsung selama 3 hari, terhitung tanggal 3 Mei 2019. Pameran yang digelar di Stasiun Kereta Api Taipei (Taipei Main Station), akan menghadirkan ragam kegiatan; meliputi pertujukan musik, tarian rakyat Suku Asli, DIY, kerajinan tangan, koleksi kesenian Suku Asli. Pada tahun ini, acara pameran akan diramaikan dengan mengundang Suku Dawu dari Lanyu dan Suku Mauri dari Selandia Baru. Dengan hadirnya kedua suku tersebut, diharapkan dapat memperkenalkan keindahan asli dari pulau mereka ke hadapan pengunjung.
Upacara peluncuran dari pameran ini diadakan pada Senin 22 April 2019, dengan menghadirkan tarian dan nyanyian dari Suku Amis.
Ketua Biro Pariwisata, Chou Yung-hui (周永暉) mengemukakan, pameran wisata Suku Asli Taiwan akan berlangsung pada 3 Mei hingga 5 Mei 2019. Pameran ini akan digelar di Stasiun Kereta Api Taipei, yang merupakan salah satu stasiun tersibuk di Taiwan. Pameran ini juga digelar atas kerja sama dengan berbagai pihak, misal dengan 7 Area Pemandanan Nasional, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kebudayaan, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Pendidikan dan Dewan Pertanian.
Chou Yung-hui melanjutkan melalui pameran ini, dapat memperkenalkan ragam kebudayaan dari Suku Asli Taiwan yang tersebar di seluruh penjuru negeri.
Chou Yung-hui mengatakan, “Kami harap, area pariwisata nasional kami, dapat menggunakan metode wisata Suku Asli dalam meningkatkan sektor pariwisata Taiwan. Film East of Taiwan yang diproduksi tahun lalu, bersinar di luar negeri dan memenangkan banyak penghargaan. Kami berharap di tahun 2020 mendatang. Ketika kita membicarakan “Taiwan Tourism 2020”, sebuah film dapat mewakili untuk menjelaskan Suku Asli kita”.
Anggota legislator Hsiao Mei-qin (蕭美琴) kembali menambahkan, setelah gempa bumi dahsyat mengguncang Hualien pada tahun lalu, wisata setempat dlaporkan mengalami pukulan yang berat. Sebuah tim delegasi asing yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Joseph Wu, diketahui mengunjungi pemukiman Suku Asli di Hualien. Mereka terkesima dengan kebudayaan yang dimiliki Suku Asli Taiwan. Hsiao Mei-qin melanjutkan atas alasan itulah, ia merasa bahwa Suku Asli merupakan potensi besar bagi sektor pariwisata Taiwan.
Hsiao Mei-qin mengatakan, “Saya percaya, kebudayaan Suku Asli merupakan potensi terbaik yang dimiliki Taiwan. Dan ketika memasarkan di komunitas internasional, hal ini juga yang akan membuat teman-teman dunia kita mengenal aset budaya terpenting Taiwan”.
Ragam rute dan jadwal perjalanan menikmati pariwisata Suku Asli akan diperkenalkan dalam pameran tahun ini. Selain itu, pencapaian pariwisata dari Suku Siraya, secara perdana akan diperlihatkan ke hadapan publk. Di saat yang bersamaan, juga akan ada pameran Suku Dawu dari Lanyu berkolaborasi dengan Suku Mauri dari Selandia Baru.
Untuk informasi lebih lanjut dapat mengunjungi tautan di bawah berikut ini:
(https://www.facebook.com/TaiwanTribalTourismcarnival/)







