History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Krisis Venezuela yang Kian Runyam

  • 27 February, 2019
Kedai RTISI
Krisis Venezuela yang Kian Runyam, Dunia Internasional Menyerukan

(Taiwan, ROC) --- Meskipun 50 negara di dunia telah menyatakan penolakan terhadap pemerintahan Presiden terpilih Venezuela Nicolas Maduro, namun penguasa tersebut tidak menggubris. Dirinya bahkan menolak pemberian bantuan dunia internasional, di tengah semakin runyamnya perekonomian Venezuela. Lebih dari 10 negara di Benua Amerika memutuskan untuk meningkatkan tekanan kepada Nicolas Maduro, guna untuk membantu menyelesaikan isu pelik di Venezuela.

Nicolas Maduro menganggap bantuan kemanusiaan dari Amerika Serikat merupakan langkah dari negara adidaya tersebut yang ingin menginvasi Venezuela. Bantuan dari Negeri Paman Sam dilaporkan tersendat di kawasan perbatasan Venezuela. Menghadapi kebuntuan ini, Grup Amerika Latin Lima bersama dengan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence dan pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido, mengadakan konferensi penting di Ibukota Kolombia Bogota pada Senin (25/2). Dalam konferensi ini mereka mengecam kekuasaan Nicolas Maduro yang dinilai semena-mena.

Menteri Luar Negeri Kolombia Carlos Holmes Trujillo mengatakan, “Grup Lima telah memutuskan untuk meminta bantuan dari International Criminal Court, untuk mempertimbangkan situasi kemanusiaan di Venezuela. Kekerasan penguasa Nicolas Maduro terhadap warga sipil, merupakan kejahatan kriminal. Menolak pemberian bantuan dari dunia internasional, merupakan pelanggaran kemanusiaan.”

Amerika Serikat yang berpihak kepada Juan Guaido, sekali lagi melancarkan sanksinya kepada 4 Gubernur Venezuela yang mendukung Nicolas Maduro. Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence juga meminta sekutunya untuk membekukan aset perusahaan minyak negara Venezulea (PDVSA). Sebuah bentrokan terjadi antar pendukung Juan Guaido dengan tentara militer yang hendak menghentikan bantuan kemanusiaan di Venezuela pada pekan lalu. Kerusuhan ini menimbulkan 1 korban jiwa dan ratusan korban luka-luka.

Meskipun bentrokan terus terjadi selama 2 hari terakhit, namun para pengunjuk rasa memilih bertahan dan tetap berkumpul di kawasan perbatasan.

Salah satu pengunjuk rasa mengatakan, “Kami akan terus berjuang hingga saat terakhir. Kami akan mencoba mengembalikan kebebasan kami dan membiarkan bantuan internasional masuk ke sini.”

Semenjak Nicolas Maduro memerintah, sebagian masyarakat Venezuela mengaku tidak bahagia. Terhitung sejak tahun 2015, telah ada 2.7 juta warga Venezuela yang meninggalkan negara mereka, guna untuk mencari kehidupan yang lebih layak. Meskipun demikian, pemerintahan Nicolas Maduro masih didukung oleh militer dan pengusaha minyak. Di ranah internasional, ia pun didukung oleh Rusia dan Daratan Tiongkok.

Pertemuan 14 negara Grup Lima di Bogota tidak dihadiri 4 negara anggota. Mereka memilih absen dan tidak bersikap apapun terhadap pemerintahan rezim Nicolas Maduro. Pertemuan ini menghasilkan keputusan untuk menyerukan pendekatan politik dan diplomasi yang damai, guna untuk mengakhiri krisis di Venezuela.

 

Penyiar

Komentar