Kementrian Tenaga Kerja Republik Tiongkok atau MOL, pada hari Kamis tanggal 1 Oktober mengumumkan data statistik berkenaan dengan adanya perusahaan yang menerapkan kebijaksaan “Libur tanpa gaji”. Dari data yang ada, jumlah pekerja yang terkena dampak kebijaksaan tersebut, hingga akhir bulan September 2015 mencapai 1.223 orang. Angka ini bertambah 450 orang dibandingkan awal bulan September lalu, dengan angka prosentase kenaikan setinggi 58%. Kebijaksaan yang diberlakukan meskipun mayoritas adalah perusahaan berskala kecil hingga menengah, namun juga meliputi industri tradisional bahkan industri teknologi. Angka ini mencapai titik tertinggi dalam kurun waktu 19 bulan terakhir.
Setiap bulan pada tanggal 1 dan 16, pihak MOL meminta seluruh perusahaan yang tercatat dapat memberikan laporan kepada instansi yang berwenang di wilayah masing-masing mengenai jumlah karyawan yang diberlakukan kebijaksaan ini. Pada bulan September 2015, jumlah perusahaan yang memberlakukan kebijaksaan “Libur tanpa gaji” tercatat 19 perusahaan, dan angka ini sama dengan data pada akhir bulan Agustus.
Di Taiwan sendiri terdapat 3 kawasan industri berbasis teknologi. Dan dari data yang terdapat pada MOL, juga terlihat ada 1 kawasan industri tersebut yang memberlakukan kebijaksaan ini. Guna menekan timbulnya permasalahan antara karyawan dan perusahaan berkenaan dengan kebijaksanaan ini, maka MOL juga menghimbau agar kebijaksanaan tersebut tidak boleh melebihi 3 bulan, dan gaji bulanan yang akan diterima oleh karyawan juga tidak boleh kurang dari standar gaji pekerja yang ditentukan sebelumnya.


RTI Radio Taiwan International 