(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 5 Juli 2022, Perdana Menteri Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe mengumumkan, Sri Lanka tengah berada di ambang kebangkrutan dengan pergolakan krisis ekonomi yang akan berlanjut setidaknya hingga akhir tahun mendatang. Kini, Sri Lanka tengah bernegosiasi dengan negara kreditur untuk menuntaskan perencanaan restrukturisasi utang serta merundingkan program dana talangan dengan organisasi Dana Moneter Internasional (IMF).
...more