History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Tsai Ing-wen: Perkuat Nilai Asas Demokrasi Hadapi Otoritarianisme

  • 04 June, 2022
  • 譚雲福
Presiden Tsai Ing-wen: Perkuat Nilai Asas Demokrasi Hadapi Otoritarianisme
Presiden Tsai Ing-wen: Perkuat Nilai Asas Demokrasi Hadapi Otoritarianisme

        (Taiwan, ROC) – Hari Sabtu tanggal 4 Juni, adalah genap 33 tahun peringatan insiden 6 Juni Tiananmen. Dalam akun Facebooknya, Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan bahwa sehubungan dengan memori kelam akan peristiwa yang terjadi, penghapusan secara sistematis berbagai informasi yang ada di Hong Kong, tindakan brutal yang ada dan dilakukan tidak dapat menghapuskan ingatan setiap manusia. Saat demokrasi menghadapi ancaman, termasuk semakin meluasnya asas otoritarianisme di dunia, maka kita semua semakin harus dapat menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan secara tegas saling mendukung dengan mitra internasional yang memiliki kesepahaman yang sama akan demokrasi dan kebebasan.

Dalam unggahannya, Presiden Tsai Ing-wen menunjukkan bahwa dalam menghadapi pencegahan pandemi, sistem pemerintahan yang berbeda akan memiliki strategi tata kelola dan metode respons yang berbeda, yang mungkin juga memberikan dampak yang sangat berbeda pada perkembangan pandemi yang ada. Secara internasional, hal ini juga dibahas dan menjadi mata pelajaran yang sangat penting. Taiwan adalah masyarakat demokratis. Karena berbagai pendapat, yang terkadang akan membuat biaya komunikasi menjadi relatif lebih tinggi. Namun, justru karena keterbukaan dan transparansi informasi dalam masyarakat demokratis, semua warga negara memiliki kesempatan untuk memperoleh informasi dan bertukar pikiran, sehingga bisa menemukan solusi yang terbaik.

Dia mengatakan bahwa dengan upaya seluruh rakyat, kerja sama Taiwan dalam dua tahun terakhir dalam menghadapi pandemi, telah diakui secara internasional, dan mekanisme pengawasan demokrasi yang terbuka serta transparansi menjadi kunci yang sangat penting. Sebaliknya, negara-negara otoriter secara membabi buta memblokir kebenaran yang ada, menekan jalannya diskusi, yang tidak hanya sekedar melenyapkan nilai-nilai demokrasi, namun kemungkinan besar membuat kondisi pandemi akan semakin memburuk karena kurangnya informasi.

Presiden Tsai Ing-wen menyebutkan bahwa 33 tahun yang lalu pada hari ini, yakni tanggal 4 Juni 1989, insiden Lapangan Tiananmen terjadi, dan Hong Kong, yang telah memperingati insiden 4 Juni dengan malam cahaya lilin selama bertahun-tahun, adalah pertama kalinya tahun ini tidak ada ruang dan kesempatan ataupun platform peringatan 4 Juni. Berbagai patung peringatan yang berhubungan dengan semangat 4 Juni juga telah disingkirkan tanpa alasan yang jelas, sehingga memori kolektif 4 Juni sedang dihapus secara sistematis di Hong Kong. Presiden Tsai Ing-wen percaya bahwa cara-cara brutal seperti itu tidak dapat menghapus ingatan manusiag. Ketika demokrasi terancam dan otoritarianisme berkembang di dunia, kita perlu menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan secara tegas saling mendukung dengan mitra internasional dengan turut berbagi gagasan tentang demokrasi dan kebebasan.

Presiden mengatakan bahwa pada tanggal 4 Juni tahun lalu, 1,24 juta dosis vaksin AZ yang disumbangkan oleh Jepang tiba di Taiwan. Semua masyarakat sangat tersentuh oleh persahabatan yang mendalam antara Taiwan dan Jepang. Selama masa berlangsungnya pandemi, Taiwan, Amerika Serikat, Jepang, dan banyak negara Uni Eropa telah bersama-sama memerangi pandemi dengan saling menyumbangkan materi medis yang penting, karena orang-orang yang mencintai kebebasan harus dapat saling mendukung satu sama lainnya.

Komentar

Terbarumore