(Taiwan, ROC) – Hari Sabtu tanggal 4 Juni adalah genap 33 tahun peringatan 4 Juni Tiananmen. Media Hong Kong Ming Pao melaporkan bahwa Kantor Komisaris Kementerian Luar Negeri Daratan Tiongkok di Hong Kong mengingatkan konsulat negara-negara Barat untuk tidak menyatakan posisi mereka pada tanggal 4 Juni, tepatnya pada malam tanggal 4 Juni. Akan tetapi konsulat banyak negara di Hong Kong telah bertindak untuk turut menyatakan berkabung, di antaranya gambar sampul di akun Facebook Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Hong Kong dan Makau diganti dengan gambar "Pilar Berkabung Nasional" yang telah dihilangkan oleh Universitas Hong Kong.
Selain itu, Konsulat Jenderal Australia di Hong Kong dan Makau juga berduka atas korban dalam insiden di Lapangan Tiananmen pada tanggal 4 Juni 1989 di akun Facebook mereka, dan menyatakan bahwa Australia menjunjung tinggi komitmennya terhadap hak asasi manusia universal dan mendukung semua orang untuk menikmati kebebasan bersuara, kebebasan berserikat, kebebasan berpartisipasi dalam politik dan agama atau kepercayaan, hak atas kebebasan.
Konsulat Jenderal Polandia di Hong Kong mengunggah gambar lilin, menjelaskan bahwa Polandia adalah produsen lilin terbesar di Uni Eropa.
Di Beijing, kedutaan Kanada di Daratan Tiongkok memposting gambar cahaya lilin di akun Twitternya untuk memberi penghormatan kepada para pengunjuk rasa gerakan pro-demokrasi yang digelar pada tahun 1989 silam, dengan mengatakan "Kami ingat akan insiden 4 Juni" dan "Kami tidak akan melupakan Lapangan Tiananmen."
Konsulat Jenderal Kanada di Hong Kong dan Makau juga mengunggah foto-foto aksi unjuk rasa lilin 4 Juni silam di akun Facebooknya pada Sabtu siang tanggal 4 Juni, termasuk tema reli pasak Hong Kong saat itu, "Akhiri Kediktatoran."
Konsulat Kanada mengatakan bahwa Kanada akan dengan sungguh-sungguh mengingat insiden 4 Juni dengan Hong Kong dan dunia, dan mengatakan bahwa berkumpul secara damai adalah hak asasi manusia dan akan mendukung semua orang yang telah ditolak haknya dalam menggunakan hak mereka.