History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Henry Kissinger: Taiwan Tidak Seharusnya Menjadi Jantung Negosiasi AS dan RRT

  • 27 May, 2022
  • 陳柏萇
Henry Kissinger: Taiwan Tidak Seharusnya Menjadi Jantung Negosiasi AS dan RRT
Henry Kissinger: Taiwan Tidak Seharusnya Menjadi Jantung Negosiasi AS dan RRT

 (Taiwan, ROC) – Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Henry Kissinger pada pertemuan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) yang diselenggarakan di Davos, Swiss mengemukakan AS dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) harus menghindari menempatkan Taiwan di pusat hubungan diplomatik mereka.

Henry Kissinger menuturkan, dua ekonomi terbesar di dunia ini harus menghindari konfrontasi secara langsung demi kepentingan perdamaian global.

Menurut pemberitaan media AS CNBC, Henry Kissinger mengatakan, “Amerika Serikat seharusnya tidak mengembangkan suatu jenis solusi “Dua Tiongkok” dengan akal-akalan ataupun dengan proses secara bertahap, tetapi RRT juga akan terus melatih kesabaran yang telah dilakukan sampai sekarang

Beliau menambahkan, “AS dan Negeri Panda harus menghindari konfrontasi secara langsung, lagipula tidak dapat menempatkan Taiwan sebagai jantung negosiasi, karena ini adalah negosiasi antara AS dan RRT.”

 “Mengenai jantung negosiasi, AS dan RRT seharusnya membahas masalah prinsip yang menciptakan hubungan bermusuhan, sehingga kedua belah pihak setidaknya memiliki beberapa kelonggaran untuk dapat saling bekerja sama. Apabila AS dan Negeri Panda dapat meredakan hubungan permusuhan mereka satu sama lain, hal tersebut akan menjadi penting bagi perdamaian dunia secara keseluruhan.”

Henry Kissinger, yang genap berusia 99 tahun pada tanggal 27 Mei, menjabat sebagai Menteri Luar Negeri dan Penasihat Keamanan Nasional di bawah dua mantan Presiden Partai Republik, Richard Nixon dan Gerald Ford, pada tahun 1970-an. Dirinya telah lama menganjurkan pendekatan “realpolitik” untuk diplomasi, mendukung negara-negara yang menempatkan tujuan praktis di atas prinsip-prinsip moral.

Komentar

Terbarumore