(Taiwan, ROC) -- Kementerian Luar Negeri hari Kamis ini (26 /5) menekankan, sejak Amerika Serikat mengumumkan didirikannya Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik atau Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) pada Oktober tahun lalu, pemerintah Taiwan telah menyampaikan keinginan dan kesediaan untuk turut, pihak Amerika Serikat sendiri juga terus menegaskan bahwa IPEF bersifat toleran, tetapi belum memenuhi janji melibatkan Taiwan dalam kerja sama ini, untuk itulah Taiwan dengan agresif terus berupaya keras sebelum Amerika Serikat dengan resmi mengumumkannya.
Taiwan tidak termasuk dalam daftar nama perundingan perdana IPEF yang dipelopori Amerika Serikat, dunia luar meragukan bahwa kementerian luar negeri memang belum sepenuhnya memahami dari sebelumnya. Kementerian Luar Negeri hari ini mengemukakan, pemerintah telah menyampaikan kesediaan partisipasi Taiwan kepada pihak Amerika Serikat, termasuk membicarakannya dengan Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat (Ambassador United States Trade Representative/USTR), Departemen Bisnis dan pejabat-pejabat tinggi Amerika Serikat terkait lainnya, saluran komunikasi bilateral berjalan dengan lancar. Pemerintah juga melalui banyak saluran seperti kongres, pakar cendikiawan, asosiasi publik, media, dan berbagai bidang usaha Amerika Serikat sehingga dapat senantiasa memantau progress dan perkembangan IPEF agar dapat meraih dukungan dari berbagai bidang di Amerika Serikat, menegaskan pentingnya keikutsertaan Taiwan dalam IPEF.
Untuk itu Taiwan telah berhasil meraih dukungan besar dari 250 anggota parlemen lintas parpol Amerika Serikat, pihak Amerika Serikat juga sepenuhnya memahami tekad dan upaya Taiwan untuk berpartisipasi
Kemenlu menyampaikan, hubungan bilateral Taiwan – Amerika Serikat terjalin akrab selama beberapa bulan terakhir ini, sebelumnya pihak Amerika Serikat juga telah kembali menegaskan bahwa IPEF bersifat terbuka dan toleran. Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken sebelumnya juga telah secara terbuka menyampaikan, IPEF adalah mekanisme yang terbuka dan toleran, tidak akan menutup pintu bagi semua mitra termasuk Taiwan.
Kementerian Luar Negeri menekankan, tetapi pihak Amerika Serikat belum memenuhi janji terkait akan mengundang Taiwan sebagai tamu undangan dalam IPEF, untuk itu sebelum pihak Amerika Serikat mengumumkan secara resmi maka Taiwan tetap terus berupaya keras, bahkan tidak pernah berhenti agar dapat ikut serta.
Kementerian Luar Negeri sangat menyesalkan atas kegagalan Taiwan menjadi anggota IPEF, tetapi Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada saat mengumumkan dilaksanakannya IPEF pada tanggal 23 Mei lalu menyampaikan, IPEF dikedepannya akan membuka pendaftaran bagi negara yang bersedia berpartisipasi dan berkomitmen untuk mencapai tujuan yang ada, untuk itu meskipun Taiwan belum terdaftar putaran pertama tetapi bukan berarti disingkirkan dari mekanisme IPEF.
Kementerian Luar Negeri mengemukakan, Perwakilan Kantor Dagang Amerika Serikat Katherine Tai, Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sulivan beberapa hari lalu juga secara terbuka menyampaikan kembali bahwa Amerika Serikat mementingkan mitra ekonomi perdagangan dengan Taiwan merupakan mitra penting ekonomi perdagangan Amerika Serikat, dan menegaskan pihak Amerika Serikat akan bersama Taiwan lebih memperdalam kemitraan ekonomi dan perdagangan bilateral dalam beberapa pekan kedepan, ini seiring dengan progress IPEF.
Kementerian Luar Negeri menekankan, akan terus barupaya keras bekerja sama dengan kementerian ekonomi perdagangan dan instansi terkait dalam negeri lainnya untuk mencari jalan dan strategi memperdalam kemitraan bilateral, bersamaan dengan itu juga akan berupaya untuk dapat berpartisipasi dalam IPEF.